WLG Summit 2024, Advokat Pegang Peran Penting Sebagai Katalis untuk Penanaman Modal Asing ke Pasar Indonesia

 WLG Summit 2024, Advokat Pegang Peran Penting Sebagai Katalis untuk Penanaman Modal Asing ke Pasar Indonesia

Suasana World Law Group (WLG) Summit 2024 di Bali. (ist)

MANGUPURA – baliprawara.com

Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan untuk perkembangan bisnis perusahaan multinasional. Terbukti dengan nilai ekonomi digital yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Bahkan, saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia menempati posisi tertinggi di Asia Tenggara, mencapai USD 82 miliar sepanjang tahun 2023 berdasarkan data e-Conomy SEA 2023, disusul dengan Thailand sebesar USD 36 miliar dan Vietnam sebesar USD 30 miliar.

Terkait hal itu, lebih dari 100 advokat dari berbagai negara di seluruh dunia,  berkumpul di World Law Group (WLG) Summit 2024 di Bali, untuk membahas peluang investasi di Indonesia khususnya peluang terkait dengan ESG. Kegiatan ini digelar 3 hari dari tanggal 30 Mei sampai 1 Juni 2024.

Firma hukum Indonesia, Makarim & Taira S., menjadi fasilitator pembahasan jenis-jenis usaha yang terbuka untuk investasi asing, peluang investasi di Ibu Kota Nusantara serta dukungan pemerintah Indonesia. Sebagai salah satu pihak yang dihubungi investor di tahap awal ketika mereka akan berinvestasi in Indonesia, advokat memegang peranan penting dalam mendorong mulusnya proses masuknya investasi asing ke pasar Indonesia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim, yang hadir sebagai pembicara utama dalam sesi pembukaan WLG Summit 2024, menekankan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menentukan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya. Yang mana kata dia, Kualitas sumber daya manusia (SDM), menjadi pertimbangan utama perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya dan masuk ke pasar Indonesia.

“Kemampuan Indonesia dalam mengakomodasi kebutuhan korporasi akan sumber daya manusia dengan kemampuan tinggi di bidangnya menentukan keunggulan yang ditawarkan Indonesia dibanding pasar lainnya di Asia Tenggara. Tentunya, ini hanya satu aspek dari sekian banyak pertimbangan yang dimiliki perusahaan multinasional ketika akan masuk ke pasar di Indonesia. Terkait kepatuhan aturan yang berlaku di Indonesia, advokat mengambil peran penting untuk memastikan proses mulus dalam berinvestasi di Indonesia,” kata Menteri Nadiem.

See also  Dosen University of Economy (WSG), Bydgoszcz Polandia Beri Kuliah Umum di Universitas Udayana

Lebih lanjut dikatakan, Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang diminati investor asing dengan nilai penanaman modal asing (PMA) mencapai USD 50,27 miliar pada tahun 2023 lalu. BKPM mencatat bahwa, nilai investasi asing ini merupakan penanaman modal asing tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Sejumlah investasi asing yang mengalir ke Indonesia tahun lalu antara lain adalah investasi asing di sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin, dan Peralatannya. Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sebesar USD 4,2 miliar pada kuartal I di tahun 2024. Sedangkan pada posisi kedua adalah Hong Kong dengan nilai investasi USD 1,89 miliar dan diikuti Tiongkok di posisi ketiga sebesar USD 1,87 miliar.

Co-Head of Merger & Acquisition Practice, Wong Partnership, Andrew Ang  sepakat bahwa sektor teknologi di Indonesia sangat menjanjikan. Dikatakannya, Investor di Singapura, berasal dari pengusaha lokal, besar maupun kecil, dan juga dari perusahaan multinasional yang telah mendirikan kantor pusatnya di Singapura. Mereka menganggap Singapura sebagai pusat keuangan yang stabil di Asia Tenggara, dan dengan demikian merupakan yurisdiksi yang menarik untuk memasuki pasar Indonesia.

“Selain sektor teknologi yang berkembang dan banyaknya talenta wirausaha, investor juga melihat banyak potensi pada sumber daya alamnya. Dari sudut pandang akuisisi, perusahaan-perusahaan Indonesia telah menetapkan kerangka kerja, sistem, dan sumber daya, sehingga memudahkan investor asing untuk berintegrasi,” jelas Andrew Ang.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa advokat korporat Singapura yang berpengalaman umumnya mampu mendidik investor di Singapura tentang lingkungan bisnis di Indonesia karena pemahaman mereka terhadap budaya dan peraturan Indonesia. Mereka dapat memberikan gambaran mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan sehubungan dengan memasuki pasar Indonesia seperti budaya bisnis, peraturan ketenagakerjaan serta uji kelayakan terkait ESG.

See also  Prosesi Melasti Desa Adat Kuta Digelar Seperti Biasa, Diikuti 14 Prasanak

Sementara itu, Presiden WLG, Maria Elisa Verri, mengatakan, advokat firma hukum memainkan peran penting dalam memastikan bahwa proses penanaman modal asing tersebut bisa berjalan dengan baik. “Delegasi yang hadir di sini mengakui bahwa kebutuhan korporasi global untuk masuk ke pasar Indonesia terus meningkat. Mereka datang dari negara di seluruh dunia, termasuk negara di Benua Amerika Selatan, seperti Argentina, Brazil, dan Chile, tapi juga negara Baltik seperti Latvia dan Polandia. Selain itu, konferensi ini merupakan kesempatan bagi para delegasi untuk berbagi ide dan mendapatkan informasi terkait perkembangan terkini mengenai regulasi dari sejumlah negara dimana mereka berada,” kata Maria Elisa.

Di tahun 2024 pihaknya sangat optimis dengan komitmen Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan dan diversifikasi ekonomi melalui target pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. Saat ini, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur dan usaha menarik investasi asing, sehingga menciptakan banyak peluang terutama bagi para profesional hukum untuk bekerja pada proyek inovatif.

“Suatu kehormatan bagi kami untuk menyelenggarakan WLG Summit 2024 dan bekerjasama dengan firma hukum dari berbagai negara untuk memudahkan perusahaan internasional untuk masuk dengan mulus ke pasar Indonesia. Besar harapan kami acara ini bisa turut berkontribusi dalam peningkatan nilai penanaman modal asing di Indonesia.” ungkap Maria Sagrado, Managing Partner Makarim & Taira S.

WLG Summit 2024 diselenggarakan di The Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali, dengan beragam agenda kegiatan termasuk kegiatan offsite seperti tour wisata ke berbagai lokasi di Bali dan sesi diskusi selama 3 hari. Penyelenggaraan sesi diskusi meliputi sesi dengan topik bahasan tentang dampak kebijakan ESG terhadap ketentuan kesepakatan, valuasi, dan audit serta bagaimana menghadapi transisi energi keberlanjutan yang sedang berlangsung di Indonesia, dan mengenai kerjasama antar konsultan hukum dalam mendukung investasi asing untuk masuk pasar Indonesia. Selain itu, delegasi peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan networking dengan delegasi lainnya dari berbagai negara. (MBP)

See also  Ridwan Kamil Beberkan Resep Jabar Jadi Juara Umum PON XX

 

redaksi

Related post