27 Maret Perkiraan Puncak Arus Libur Lebaran 2026, PT JBT Lakukan Antisipasi Jaga Kelancaran Lalu Lintas

 27 Maret Perkiraan Puncak Arus Libur Lebaran 2026, PT JBT Lakukan Antisipasi Jaga Kelancaran Lalu Lintas

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang (dua kiri) bersama jajaran.

DENPASAR – baliprawara.com
PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) memproyeksikan peningkatan volume kendaraan di Jalan Tol Bali Mandara selama periode libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Lonjakan mobilitas tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat serta kedatangan wisatawan ke Bali.

Meski ruas Tol Bali Mandara bukan jalur utama arus mudik nasional, pergerakan wisatawan menuju kawasan wisata di Bali Selatan tetap diprediksi akan memberikan dampak terhadap jumlah kendaraan yang melintas.

Yang mana, menurut puncak arus lalu lintas selama periode libur Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, volume kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara diproyeksikan mencapai sekitar 57.375 kendaraan dalam satu hari.

Perkiraan tersebut menjadi dasar bagi PT JBT dalam menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol tersebut. Tentu peningkatan mobilitas wisatawan tersebut menjadi faktor yang perlu diantisipasi meskipun tol ini tidak menjadi jalur utama perjalanan mudik antarprovinsi.

Menurut Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan, PT JBT membentuk Satgas Jasamarga Bali Tol Siaga Idul Fitri 1447 H / Lebaran 2026 yang bertugas memantau serta memastikan operasional jalan tol berjalan optimal selama periode libur panjang.

Satgas tersebut kata dia, mulai beroperasi sejak H-10 Lebaran atau 11 Maret 2026 hingga H+10 Lebaran pada 1 April 2026. “Kehadiran tim ini difokuskan pada pengawasan lalu lintas, pelayanan pengguna jalan, serta penanganan situasi darurat jika terjadi gangguan selama periode peningkatan mobilitas,” katanya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis 12 Maret 2026, di Denpasar.

Sementara itu, Manager Operation & Maintenance PT JBT, I Putu Gandi Ginantra, menambahkan, salah satu langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan adalah dengan menambah fasilitas transaksi di gerbang tol.
PT JBT telah menambah dua Gardu Tol Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Benoa.

See also  Pastikan Stamina Tetap Terjaga, Personel OMB Polres Bangli Rutin Dicek Kesehatan

Bahkan fasilitas tambahan tersebut telah mulai beroperasi sejak 22 Desember 2025. “Dengan adanya tambahan gardu otomatis, diharapkan proses transaksi di gerbang tol dapat berlangsung lebih cepat sehingga potensi antrean kendaraan dapat diminimalkan, terutama saat terjadi lonjakan lalu lintas pada masa liburan,” kata Gandi.

Selain peningkatan fasilitas transaksi, PT JBT juga menyiapkan berbagai armada operasional guna mendukung kelancaran layanan selama periode Lebaran.
Sejumlah unit Mobile Customer Service disiagakan untuk membantu pengguna jalan yang membutuhkan informasi maupun bantuan selama perjalanan di ruas tol.

Pihaknya juga menyiapkan kendaraan rescue serta kendaraan derek yang siap bergerak jika terjadi gangguan kendaraan atau situasi darurat di sepanjang jalan tol.
Seluruh layanan operasional ini akan beroperasi selama 24 jam penuh untuk memastikan pengguna jalan tetap mendapatkan bantuan kapan pun dibutuhkan.

Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, PT JBT juga melakukan pemeriksaan rutin terhadap berbagai elemen infrastruktur jalan tol.
Beberapa aspek yang diperiksa secara berkala antara lain kondisi permukaan jalan, penerangan jalan, marka lalu lintas, hingga sistem drainase. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh infrastruktur berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki periode libur panjang.

Selain itu, rambu-rambu tambahan juga dipasang di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan. Pengawasan khusus di area tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi risiko selama meningkatnya volume kendaraan.

PT JBT menegaskan bahwa seluruh persiapan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan.
Dengan semangat melayani sepenuh hati, perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan Jalan Tol Bali Mandara selama masa libur panjang.

See also  Tambah Dua GTO di GT Benoa, PT JBT Antisipasi Lonjakan Kendaraan Saat Libur Panjang

Komitmen pelayanan tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah kendaraan yang menggunakan Jalan Tol Bali Mandara dalam beberapa tahun terakhir. Yang mana dari data yang dimiliki, sepanjang tahun 2025, PT Jasamarga Bali Tol mencatat total 20.278.229 kendaraan melintas di ruas tol tersebut.

Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 10,67 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika dihitung secara rata-rata, volume lalu lintas harian di Jalan Tol Bali Mandara mencapai sekitar 55.863 kendaraan per hari. Peningkatan ini kata Gandi, menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan Jalan Tol Bali Mandara terus bertambah, terutama dalam mendukung mobilitas di wilayah Bali Selatan.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol di lingkungan Jasa Marga Group, kini juga tersedia layanan One Call Center 133.
Layanan ini berfungsi sebagai pusat informasi serta pengaduan bagi pengguna jalan tol yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi terkait kondisi lalu lintas, melaporkan situasi darurat, maupun menyampaikan keluhan atau kebutuhan bantuan lainnya. Sistem yang lebih terintegrasi ini diharapkan mampu memberikan respons yang lebih cepat terhadap setiap laporan pengguna jalan. (MBP)

 

redaksi

Related post