31 Gempa Susulan Tercatat Pascagempabumi Banyuwangi M5.1

 31 Gempa Susulan Tercatat Pascagempabumi Banyuwangi M5.1

MANGUPURA – baliprawara.com

Pascagempabumi Banyuwangi dengan kekuatan magnitudo M5.1, pada Senin 7 Agustus dini hari, gempa susulan, masih terjadi hingga Rabu 9 Agustus 2023. Dari data yang dimiliki pihak BMKG, tercatat ada sebanyak 31 gempa susulan, sampai dengan 9 Agustus 2023 pukul 10:00 Wita. Dari total 31 gempa susulan ini, Magnitudo terbesar yakni M4.6, dan magnitudo terkecil yakni M2.6. 

Diberitakan sebelumnya, pada hari Senin 07 Agustus 2023 dini hari, sekitar pukul 02.40.16 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, Banyuwangi, Jawa Timur diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,64° LS ; 114,08° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 Km arah Selatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur pada kedalaman 40 km. Atau sekitar 170 km BaratDaya Kuta Selatan, dan 172 km Barat Daya Jembrana.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. DARYONO, S.Si., M.Si., menyampaikan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal. Yang mana gempabumi ini diakibatkan adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia, yang menunjam ke dalam Lempeng Eurasia. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya melalui keterangan tertulisnya, Senin 7 Agustus 2023. 

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempabumi ini menimbulkan guncangan di daerah Tegaldlimo dan Purwoharjo, Banyuwangi dengan skala intensitas II – III MMI, dan daerah Tempurejo, Jember dengan skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. “Hingga pukul 03.05 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” bebernya.

See also  Inovasi Bungan Desa, Sukses Bawa Tabanan Menjadi Finalis PPD Tahun 2024

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. (MBP1)

 

redaksi

Related post