Tali Kasih Golkar Tabanan ke Panti Sosial Wanasara Serangkaian HUT ke-61
Ketua DPD Partai Golkar Tabanan I Nyoman Wirya dan Jajaran Serahkan Bantuan Sembako ke Panti Sosial Wanasara.
TABANAN, – baliprawara.com
Memperingati HUT ke-61 Partai Golkar, jajaran DPD Partai Golkar Tabanan yang dipimpin Ketua DPD I Nyoman Wirya menyerahkan bantuan ke Panti Sosial milik pemerintah daerah kabupaten Tabanan di Banjar Wanasara, Desa Bongan, Tabanan, Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan sosial ini menjadi momentum partai berlambang pohon beringin tersebut untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen terhadap kerja kemanusiaan di daerah.
Dalam kunjungan itu, Wirya hadir bersama jajaran pengurus DPD Golkar Tabanan, termasuk empat tokoh Golkar yang kini duduk di Gedung DPRD Tabanan Sanggulan: I Made Asta Dharma selaku Wakil Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Wirama Putra, Ketut Budi Adnyana, dan I Wayan Sukaja. Serta juga jajaran DPD partai Golkar Tabanan lainnya
Rombongan disambut Kasubag TU UPTD Pelayanan Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Tabanan, Made Sujana, bersama para penghuni panti yang terdiri dari lansia, ODGJ, dan warga terlantar.
Dalam kesempatan tersebut, Golkar Tabanan menyerahkan bantuan berupa sembako, kebutuhan harian, serta dukungan moral kepada pengelola panti. Wirya menegaskan aksi sosial ini bukan sekadar agenda seremonial HUT partai, melainkan bentuk pengabdian nyata kader Golkar terhadap masyarakat.
“Golkar hadir bukan hanya saat pesta demokrasi, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Ini kunjungan pertama kami di Panti Sosial Wanasara. Biasanya aksi sosial rutin kami menyasar panti asuhan maupun panti sosial lainnya. Tujuannya memberikan dukungan agar terus mampu memberikan pelayanan terbaik,” ujar Wirya.
Sementara itu, pengurus panti, Made Sujana, memaparkan kondisi terkini panti sosial yang memanfaatkan rumah jabatan Pemkab Tabanan tersebut. Saat ini, panti menangani 24 ODGJ, 4 lansia, dan 4 warga terlantar jumlah yang sudah melampaui kapasitas ideal, terlebih kebutuhan para penghuni memerlukan pendampingan intensif setiap hari.
Panti hanya memiliki 14 petugas dengan 10 orang di antaranya bertugas langsung sebagai pengasuh sekaligus menangani kebersihan dan keamanan. “Idealnya panti membutuhkan sedikitnya 20 pengasuh untuk menangani 30 penghuni dengan kebutuhan berbeda,” jelas Sujana.
Melihat kondisi di lapangan, Wirya meminta pemerintah daerah memberi perhatian lebih terhadap keberlangsungan layanan panti. Menurutnya, beban kerja pengasuh sangat berat sehingga dukungan kebijakan dan penguatan SDM menjadi kebutuhan mendesak.
“Keberadaan panti ini sangat mulia karena para lansia, ODGJ, termasuk warga terlantar diasuh di sini. Pemerintah sudah memberi perhatian, tetapi jumlah pengasuh masih kurang. Ini yang harus diperhatikan ke depan. Kalau bisa, status pengasuh dibuat P3K karena tugas mereka berat,” tegasnya.
Wirya menambahkan, ketimpangan antara jumlah penghuni dan SDM pengasuh diperparah dengan rendahnya honor kontrak yang hanya sekitar Rp 1,3 juta per bulan, tentu nilainya tidak sebanding dengan risiko dan tanggung jawab merawat penghuni dengan kebutuhan khusus, terutama ODGJ yang kerap kambuh.
Sebagai rangkaian puncak HUT ke-61, Partai Golkar Tabanan juga akan menggelar pembagian sembako dan bingkisan kepada kader, serta kegiatan donor darah.(MBP8)