Lonjakan Lalu Lintas Tol Bali Mandara Saat Libur Nataru Diprediksi Tembus 68 Ribu Kendaraan
Suasana lalu lintas kendaraan di Jalam Tol Bali Mandara.
DENPASAR – baliprawara.com
PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi peningkatan arus kendaraan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Salah satu fokus utama dalam periode ini adalah lonjakan jumlah lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara yang diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan hari normal.
Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Terpadu Jasamarga Bali Tol Siaga Operasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Kantor Pool Ruas PT Jasamarga Bali Tol, Pedungan, Denpasar, pada Rabu 17 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Direksi, manajemen, seluruh karyawan PT JBT, serta mitra kerja perusahaan.
Apel Terpadu menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek operasional siap menghadapi tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan selama libur akhir tahun. Mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga sistem pengendalian lalu lintas disiapkan secara menyeluruh guna menjaga kelancaran perjalanan di ruas tol strategis tersebut.

Berdasarkan proyeksi lalu lintas serta evaluasi periode sebelumnya, puncak arus kendaraan pada libur Natal diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025. Sementara itu, puncak arus lalu lintas libur Tahun Baru diprediksi jatuh pada 30 Desember 2025.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang, menjelaskan bahwa volume kendaraan selama periode puncak Nataru diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan lalu lintas harian normal. Pada puncak arus Natal, jumlah kendaraan diproyeksikan meningkat sebesar 8,13 persen atau sekitar 67 ribu kendaraan.
Sementara pada puncak arus libur Tahun Baru, lonjakan lalu lintas diperkirakan lebih tinggi. “Volume kendaraan diproyeksikan naik hingga 9,48 persen atau sekitar 68 ribu kendaraan yang melintasi Jalan Tol Bali Mandara dalam satu hari,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, khususnya wisatawan yang memanfaatkan momen libur akhir tahun untuk berkunjung ke berbagai kawasan pariwisata di Bali. Jalan Tol Bali Mandara menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata di Bali Selatan.
Dikatakan, posisi strategis Jalan Tol Bali Mandara membuat ruas ini menjadi jalur vital selama periode libur panjang. Arus kendaraan tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik dan mancanegara yang melakukan perjalanan dari dan menuju kawasan pariwisata utama.
Adiputra Karang menegaskan bahwa peningkatan lalu lintas tersebut telah diantisipasi melalui berbagai langkah pengendalian operasional. Pemantauan lalu lintas dilakukan secara intensif untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan lancar sepanjang periode Nataru.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat, terutama dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan, khususnya di titik-titik rawan yang kerap mengalami peningkatan arus kendaraan saat musim liburan.
Sebagai bagian dari kesiapan operasional, PT JBT membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Siaga Operasional Nataru 2025/2026. Dalam Apel Terpadu, dilakukan penyematan tanda kesiapsiagaan kepada perwakilan Satgas sebagai simbol komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada pengguna jalan tol.
Tim Satgas ini bertugas menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, termasuk pemantauan lalu lintas secara real-time, pengelolaan operasional gerbang tol, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Penanganan cepat terhadap gangguan lalu lintas dan kondisi darurat juga menjadi fokus utama, seiring dengan potensi meningkatnya risiko kecelakaan akibat kepadatan kendaraan dan faktor cuaca selama musim hujan.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode Nataru, PT Jasamarga Bali Tol menyiagakan berbagai armada operasional di sepanjang ruas Tol Bali Mandara. Armada tersebut meliputi kendaraan derek, ambulans, Mobile Customer Service (MCS), hingga unit rescue yang siap beroperasi selama 24 jam.
Selain itu, mobile reader disiagakan di masing-masing gerbang tol sebagai langkah antisipatif untuk mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean kendaraan, terutama pada jam-jam puncak arus lalu lintas.
Di sisi infrastruktur, PT JBT memastikan keandalan jalan tol melalui pemeriksaan rutin terhadap kondisi perkerasan jalan, sistem drainase, penerangan jalan umum, serta kelengkapan rambu dan marka. Pembatasan kegiatan konstruksi juga diterapkan selama periode Nataru untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Evaluasi terhadap titik rawan kecelakaan dan potensi genangan air turut menjadi prioritas, mengingat intensitas hujan dan potensi angin kencang yang kerap terjadi pada akhir tahun.
PT JBT juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan kesiapan pengemudi. Pengguna jalan diingatkan untuk mengecek kecukupan bahan bakar, saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Melalui Operasi Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Jasamarga Bali Tol menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan jalan tol yang aman, andal, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna. Dengan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, PT JBT berharap lonjakan lalu lintas selama libur Nataru dapat dikelola dengan optimal demi perjalanan akhir tahun yang lancar di Pulau Bali. (MBP)