Aktivitas Sesar Aktif di Selat Lombok, Picu Ratusan Gempa Tektonik dalam Lima Hari

 Aktivitas Sesar Aktif di Selat Lombok, Picu Ratusan Gempa Tektonik dalam Lima Hari

DENPASAR – baliprawara.com
Aktivitas gempa bumi tektonik di wilayah Selat Lombok, mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas seismik tersebut terpantau intens selama periode 5 hingga 9 Januari 2026 sampai dengan pukul 06.00 WITA.

Berdasarkan pemantauan kegempaan, rangkaian gempa bumi yang terjadi didominasi oleh gempa bermagnitudo kecil. Meski demikian, frekuensi kejadian yang tinggi menunjukkan adanya dinamika pergerakan lempeng dan struktur geologi aktif di kawasan tersebut.

Selat Lombok sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik cukup kompleks karena berada di antara dua pulau besar dengan sistem sesar aktif di dasar laut.

Selama periode pengamatan tersebut, gempa-gempa terjadi hampir merata setiap hari dengan sebaran episenter berada di wilayah laut. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sumber gempa tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik, melainkan murni dipicu oleh pergerakan tektonik di bawah permukaan bumi.

Menurut Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, hasil analisis mencatat sebanyak 255 kejadian gempa bumi dengan episenter berada di laut Selat Lombok. Seluruh kejadian gempa tersebut memiliki magnitudo berkisar antara 1,4 hingga 2,8, sehingga sebagian besar tidak dirasakan oleh masyarakat di daratan.

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, rangkaian gempa bumi di Selat Lombok ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal. “Kedalaman yang relatif dekat dengan permukaan bumi menjadi salah satu ciri khas aktivitas sesar aktif yang berada di dasar laut,”
katanya dalam keterangan tertulis, Jumat 9 Januari 2026.

Lebih lanjut disampaikan, gempa bumi dangkal umumnya terjadi akibat pergeseran atau penyesuaian pada bidang sesar yang aktif. Dalam konteks Selat Lombok, keberadaan struktur geologi aktif di bawah laut berperan besar dalam memicu rangkaian gempa tersebut. “Aktivitas ini merupakan bagian dari proses alamiah bumi dalam melepaskan energi yang terakumulasi di dalam kerak bumi,” bebernya.

See also  Sukseskan Kegiatan G20, Jajaran Imigrasi Diharapkan Bertugas Penuh Tanggung Jawab

Ia menjelaskan bahwa magnitudo gempa yang relatif kecil menunjukkan energi yang dilepaskan tidak besar. Namun, tingginya jumlah kejadian dalam waktu singkat menandakan adanya aktivitas sesar yang sedang aktif menyesuaikan posisinya. Kondisi semacam ini kerap terjadi di wilayah dengan tatanan tektonik kompleks seperti Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya.

Hingga saat ini, gempa bumi masih merupakan fenomena alam yang belum dapat diprediksi secara pasti, baik dari segi waktu, lokasi, maupun kekuatannya. Meski teknologi pemantauan terus berkembang, para ahli hanya dapat memantau dan menganalisis pola aktivitas seismik yang terjadi.

Dalam konteks rangkaian gempa di Selat Lombok, BMKG menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan aktivitas seismik alami yang dipengaruhi oleh dinamika pergerakan lempeng bumi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kebencanaan menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi potensi risiko gempa bumi. Sosialisasi dan simulasi kebencanaan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat.

Sebagai bagian dari upaya mendukung program zero victim, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk memahami dan menerapkan langkah-langkah mitigasi mandiri saat merasakan gempa bumi yang kuat dan berlangsung lama. Langkah mitigasi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko cedera maupun kerugian akibat gempa.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain melindungi kepala dari benturan, menjauhi kaca, lemari, dan bangunan yang berpotensi roboh, serta segera menuju area terbuka apabila kondisi memungkinkan. Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah pesisir juga diimbau untuk menjauhi pantai sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

See also  Wagub Bali Ajak Perkuat Kolaborasi dalam Percepatan‬ Penurunan Stunting‬

BMKG juga mengingatkan bahwa gempa bumi susulan dapat terjadi setelah gempa utama, meskipun dengan magnitudo yang lebih kecil. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap perlu dijaga meski situasi terlihat sudah kembali normal.

Untuk menghindari kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang tidak akurat, masyarakat diharapkan hanya mengakses informasi resmi terkait gempa bumi melalui kanal komunikasi yang telah diverifikasi oleh BMKG. Informasi resmi tersebut disampaikan secara berkala berdasarkan data pemantauan seismik yang akurat.

BMKG menyediakan berbagai kanal informasi, antara lain melalui media sosial resmi @infoBMKG, situs web www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi mobile WRS-BMKG dan InfoBMKG. Kanal-kanal tersebut menjadi rujukan utama dalam memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gempa bumi dan peringatan dini lainnya.

Dengan mengandalkan sumber informasi resmi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh data yang benar dan terpercaya, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi di wilayah Selat Lombok dan sekitarnya. (MBP)

 

redaksi

Related post