SMAN 4 Denpasar Ukir Prestasi Tingkat Internasional
Kepala SMAN 4 Denpasar I Made Sudana bersama wakasek dan guru pembina KIRS.
DENPASAR – baliprawara.com
SMA Negeri 4 Denpasar (Foursma), salah satu sekolah unggulan di Bali dengan segudang prestasi nasional maupun internasional. Foursma secara konsisten mempertahankan reputasi sebagai sekolah dengan keunggulan akademik dan non-akademik.
Prestasi terbaru Foursma di tingkat internasional yakni, meraih dua medali perak dalam ajang Thailand Inventors Day 2026, yang digelar Research Council of Thailand (NRCT) pada 2-12 Januari 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Center Bangkok, Thailand.
Sebelumnya, Foursma juga berjaya dalam ajang kompetisi akademik di Korea, Jepang dan Malaysia. Dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah, WICE (World Invention Competition and Exhibiton) 2025 di Malaysia pada 20-26 September 2025, Tim Helix Five Foursma meraih gold medal (medali emas). Foursma mampu menggungguli 212 tim (secara offline) ditambah online, dari 11 negara. Selain medali emas, dalam ajang WICE 2025 Malaysia, Tim Teaco Foursma juga berhasil meraih medali perak.
Prestasi yang diraih ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Foursma, juga Provinsi Bali dan Indonesia tentunya. “Kami tentu bangga atas capaian prestasi siswa Foursma selama ini. Keberhasilan meraih prestasi itu karena kerja keras siswa, disupport pihak sekolah, orangtua siswa, dan bimbingan guru pembina, ” ujar Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, S.Pd., M.Pd. Selasa (27/1/2026).

Kata Sudana, dalam menjalankan fungsi pendidikan, Foursma berupaya melahirkan lulusan yang tak hanya cerdas akademik, juga memiliki karakter mulia. Dalam konteks melahirkan lulusan yang mampu menunjukkan potensi dalam bidang akademik dan non-akademik, Foursma memiliki club-club mata pelajaran. Dibina oleh guru pembimbing, kemampuan siswa diasah di masing-masing club. Kemudian ketika ada olimpiade sains, kompetisi di bidang karya tulis dan lomba-lomba lainnya, siswa tersebut diseleksi untuk mewakili Foursma. Melalui upaya kerja keras siswa dan bimbingan intensif dari guru pembina, akhirnya beberapa kejuaraan dimenangkan siswa Foursma, baik di tingkat lokal Bali, nasional dan bahkan internasional.
”Kami sangat mengapresiasi capaian prestasi yang diraih siswa-siswi Foursma. Berkat kerja keras semua pihak yakni siswa, guru, orangtua siswa dan atas dorongan pemerintah dalam hal ini Disdikpora Provinsi Bali, sejumlah prestasi bergengsi diraih Foursma,” kata Sudana. Atas nama pimpinan sekolah ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas capaian prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia, Bali dan Foursma. Ia berharap raihan prestasi ini mampu mengimbas ke siswa lainnya, sehingga ke depan Foursma selalu berhasil meraih juara dalam ajang kompetisi akademik maupun nonakademik, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Hal senada disampaikan guru pembina KIRS Foursma, Ni Made Margiani, S.E., S.Pd. Ia menyampaikan, rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih Foursma. Namun, prestasi apa pun diraih, termasuk capaian belakangan ini, tentu karena perjuangan bersama, siswa itu sendiri, pihak sekolah, guru-guru, orang tua siswa, serta lingkungan. “Kalau semua bisa saling suport, sebesar apapun tantangan lawan tanding pasti bisa diatasi,” kata Margiani.
Dikatakan, di luar posisinya sebagai guru bahasa Ingris, Margiani ditugaskan untuk membina ekstrakurikuler KIRS. Membesarkan nama KIRS hingga kelihatan sampai seperti sekarang ini tentu memerlukan proses. Evaluasi demi evaluasi setiap langkah dan setiap penyebab kegagalan dalam kompetisi KIRS selalu dipelajari. Dari evaluasi itulah ditemukan kunci kemenangan.
Dikatakan, pembimbing KIRS harus selalu mengikuti perkembangan zaman. Sehingga bisa bicara apa yang harus dibuat ke depannya. “Seperti pada lomba KIRS di Thailand baru-baru ini, kami bisa melihat karya tim lain yang bisa membuat kami tercengang. Dan itu adalah motivasi kami untuk karya ke depannya,” pungkasnya. (MBP2)
.