Tanah Longsor Timbun Warga di Tukad Kayuan Kuyang Kintamani, Pencarian Dihentikan Sementara
Pencarian warga tertimbun longsor di Kintamani. (ist)
BANGLI – baliprawara.com
Peristiwa tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kali ini, seorang warga dilaporkan tertimbun material longsor di kawasan Tukad Suter Kayuan Kuyang, Banjar Suter, Desa Suter.
Korban diketahui bernama I Wayan Buda, pria berusia 53 tahun asal Banjar Paselatan, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Hingga Jumat sore, korban belum ditemukan dan upaya pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi medan yang berbahaya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WITA di aliran Tukad Kayuan Kuyang yang berada di antara tebing dengan kontur tanah yang labil.
Menurut informasi, peristiwa bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WITA ketika korban bersama dua rekannya berangkat menuju lokasi untuk mengambil bambu yang telah dibelinya dua hari sebelumnya. Korban bersama dua saksi, yakni I Nengah Ratna Antara (40), seorang petani asal Banjar Belong Danginan, Desa Abang Songan, serta Komang Perkanti (31), petani asal Banjar Paselatan, Desa Suter, berangkat menggunakan mobil truk.
Setibanya di lokasi, korban memarkir kendaraan di pinggir jalan. Selanjutnya, ketiganya berjalan kaki menuju titik lokasi pengambilan bambu yang berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat parkir.
Akses menuju lokasi bambu tersebut berada di antara tebing dengan kondisi jalan yang cukup sempit dan rawan, terutama saat musim hujan.
Sesampainya di lokasi, korban dan kedua saksi mulai mengikat bambu yang akan diangkut ke atas truk.
Sekitar pukul 15.00 WITA, Komang Perkanti (Saksi 2) berjalan kembali menuju truk untuk bersiap mengangkut bambu yang sudah diikat.
Sementara itu, I Nengah Ratna Antara (Saksi 1) berada di sebelah utara korban. Saat itu korban masih berada di bawah tebing sambil mengikat bambu.
Menurut keterangan saksi, tidak terlihat tanda-tanda akan terjadi longsor sebelumnya.
“Secara tiba-tiba, terdengar suara tanah runtuh dari arah tebing. Dalam hitungan detik, material longsor langsung menimpa,” katanya dalam keterangannya.
Saksi 1 melihat korban berada di bawah reruntuhan tanah yang longsor. Dalam kondisi panik, saksi langsung berteriak meminta pertolongan dan berlari memanggil Saksi 2.
Kedua saksi kemudian berusaha mencari keberadaan korban sambil berteriak memanggil namanya. Namun hingga beberapa waktu, korban tidak ditemukan di sekitar lokasi longsoran.
Karena korban tidak berhasil ditemukan, kedua saksi melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kintamani untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Adapun identitas korban adalah sebagai berikut I Wayan Buda, Laki-laki usia 53 tahun, dari Banjar Paselatan, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian bersama unsur terkait mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan koordinasi. Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, area longsor berada di antara tebing dengan konstruksi tanah yang labil. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan yang mengguyur kawasan tersebut.
Material longsoran cukup tebal dan menutup sebagian jalur di sekitar tukad. Situasi medan yang curam serta risiko longsor susulan membuat proses pencarian secara manual dinilai tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pada hari yang sama. Atas pertimbangan keselamatan petugas dan warga, pencarian korban pada Jumat sore resmi dihentikan sementara.
Rencananya, proses pencarian dan evakuasi akan dilanjutkan pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan bantuan alat berat untuk mempercepat pembongkaran material longsor. (MBP)