Eksistensi Sekolah PGRI Perlu Dijaga

 Eksistensi Sekolah PGRI Perlu Dijaga

Ketua YPLP PGRI Kabupaten Badung terpilih periode 2025–2030, Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, S.H., M.Si (kiri)

‎‎BADUNG – baliprawara.com
Peningkatan mutu pendidikan sangat penting agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Eksistensi sekolah-sekolah PGRI di tengah ketatnya persaingan pendidikan, baik dengan sekolah swasta maupun negeri perlu terus dijaga.

‎Demikian antara lain terungkap saat acara Pelantikan Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Badung serta Kepala SMK PGRI 2 Badung dan SMK PGRI 3 Badung berlangsung di lingkungan SMK PGRI 2 Badung, Mengwi, Sabtu 14 Februari 2026.


‎Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, Wayan Wirawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PGRI sebagai mitra strategis pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang vokasi.

‎Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan sangat penting agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “SMK sebagai pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik agar siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

‎Selain itu, Wayan Wirawan juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan guru, khususnya guru honorer dan PPPK paruh waktu yang masih ditemui di sejumlah daerah. Persoalan tersebut, kata dia, telah disampaikan dalam rapat konsolidasi nasional di Ciputat, Jawa Barat, kepada pihak kementerian terkait. “Astungkara, mudah-mudahan ini bisa dibicarakan lebih lanjut dan direkomendasikan menjadi kebijakan yang berpihak kepada guru,” harapnya.

‎Sementara itu, Ketua Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Provinsi Bali, Drs. I Gusti Ngurah Wirata, M.M., menekankan pentingnya menjaga eksistensi sekolah-sekolah PGRI di tengah ketatnya persaingan pendidikan, baik dengan sekolah swasta maupun negeri.

‎Ia mendorong adanya koordinasi dan kolaborasi antarsekolah PGRI dari jenjang TK hingga SMK agar tetap ajek dan berkembang. Menurutnya, sinergi antara kepala sekolah, guru, dan seluruh elemen pendidikan menjadi kunci kemajuan lembaga.

‎“Kepala sekolah tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan guru. Manajemen yang baik dan hubungan harmonis menjadi fondasi pembangunan pendidikan,” tegasnya.

‎Di sisi lain, Ketua YPLP PGRI Kabupaten Badung terpilih periode 2025–2030, Dr. Drs. I Made Gde Putra Wijaya, S.H., M.Si., menyatakan komitmennya untuk memperkuat eksistensi sekolah-sekolah PGRI, khususnya SMK PGRI 1, 2, dan 3. Ia mengakui bahwa sekolah negeri kini bukan hanya mitra, tetapi juga menjadi pesaing dalam menarik minat peserta didik.

‎“Kami berjuang maksimal agar sekolah PGRI di Badung tidak hanya bertahan, tetapi juga terus meningkatkan kualitas dan daya saing,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala SMK PGRI 2 Badung, Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd., mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sekolah swasta saat ini adalah membangun citra dan kepercayaan publik.

‎Menurutnya, penguatan branding sekolah menjadi langkah strategis agar masyarakat semakin mengenal kualitas pendidikan yang ditawarkan. Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya guru dan tenaga kependidikan, terus menjadi prioritas utama.

‎“Kami terus meningkatkan kompetensi SDM dan memperkuat branding sekolah agar SMK PGRI 2 Badung semakin berkualitas dan diminati masyarakat,” jelasnya. Melalui pelantikan ini, diharapkan kepengurusan baru YPLP PGRI Kabupaten Badung mampu memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, serta menjaga mutu dan keberlangsungan sekolah-sekolah PGRI di tengah dinamika dunia pendidikan yang semakin kompetitif.

‎Sebelumnya juga digelar penandatanganan kerja sama antara pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Provinsi Bali dengan pengurus perwakilan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Provinsi Bali tentang pelestarian jiwa semangat nilai – nilai (JSN) 45 dan pendidikan pendahuluan bela negara di lingkungan lembaga pendidikan PGRI Provinsi Bali. (MBP2)

See also  Hovi Care Akan Gelar Festival Senior Bali 2025, Beri Ruang dan Apresiasi untuk Warga Senior di Bali

Redaksi

Related post