BEM Fakultas Pendidikan Unhi Gelar Saniagam Brahmacari ke XVI, Diharapkan Eksis  Jadi Ruang Kreatif dan Inspiratif

 BEM Fakultas Pendidikan Unhi Gelar Saniagam Brahmacari ke XVI, Diharapkan Eksis  Jadi Ruang Kreatif dan Inspiratif

Prosesi pembukaan Saniagam Brahmacari yang digelar BEM Fakultas Pendidikan Unhi, Jumat (24/4/2026).

DENPASAR – baliprawara.com
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pendidikan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali melaksanakan kegiatan  Saniagam Brahmacari ke XVI, berlangsung tiga hari. Kegiatan seni yang bertema Natya Kerthi ini dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-16 Fakultas Pendidikan Unhi.  Kegiatan Saniagam Brahmacari diisi dengan lomba Tapel Ogoh-ogoh, Lomba Tari Condong dan Bapang Barong.
‎Pembukaan Saniagam Brahmacari ditandai dengan menarikan Tapel Barong, Jumat 24 April 2026 di halaman Kampus Unhi.

Rektor Unhi Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. menyampaikan,
‎Saniagam Brahmacari salah satu agenda rutin Badan Eksekutif Mahasiswa dalam rangka merayakan hari ulang tahun Fakultas Pendidikan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Saniagam Brahmacari diisi berbagai kegiatan seni yang melibatkan partisipasi masyarakat luas,  seperti Lomba Bapang Barong, Tari Condong dan Tapel Ogoh-ogoh mini.
‎Rektor berharap melalui kegiatan ini  lembaga, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa selalu produktif menggelar kegiatan kreatif dan inspiratif.
‎Pun, Fakultas Pendidikan yang memiliki beberapa prodi, seperti Pendidikan Seni Kerawitan Keagamaan Hindu, Pendidikan Seni Tari Keagamaan Hindu, dan Pendidikan Seni Rupa dan Oramen Hindu, diharapkan tidak saja mendalami ilmu berkenaan dengan seni dan pendidikan yang berbasis keagamaan, tapi juga mekar dan kreatif dalam ekosistem berkesenian.

Potong tumpeng HUT ke-16 Fakultas Pendidikan Unhi.

Di bagian lain Rektor juga menyampaikan akan membangkitkan kembali kegiatan Utsawa Balisani, sebuah peristiwa kebudayaan yang lama terhenti di Unhi.  Ini juga  bagian dari komitmen Rektor sejak dilantik, untuk menggelar kembali kegiatan Utsawa Balisani Unhi.  Diharapkan  September tahun 2026, tepat 63 tahun Unhi berdiri,  Utsawa Balisani bisa dimunculkan lagi.  Tidak saja sebagai penanda peristiwa ulang tahun,  tapi juga bentuk kontribusi kampus ini pada pengabdian masyarakat  di bidang pengembangan kesenian berbasis keagamaan.
‎Kemudian, Rektor berharap Saniagam Brahmacari bisa bertahan eksis ke depan, menjadi ruang kreatif dan inspiratif.

‎Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kol. Caj. Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. sangat mendukung kegiatan Saniagam Brahmacari ini. Banyak hal didapatkan dalam kegiatan ini. Ada nilai-nilai atau makna-makna tertentu yang bisa diamalkan. Seperti  nilai spiritual, yang konsep dasarnya  berhubungan dengan ketuhanan.
‎Selain itu, kegiatan ini juga  strategis dalam upaya penyelamatan nilai tradisi. 
‎Ia berharap kegiatan ini jangan sampai putus. Harus berlanjut, disesuaikan juga dengan situasi dan kondisi. “Saya harapkan ke depan nilai-nilai budaya  terus digali,  terutama budaya-budaya yang sudah hampir punah. Unhi harus berbeda dengan kampus seni lainnya yang lebih banyak melakukan penciptaan-penciptaan kontemporer. Unhi mesti mencari akar dari budaya itu,” ujarnya.

‎Dekan Fakultas Pendidikan Unhi Dr.  I Wayan Sukadana mengatakan, Saniagam Brahmacari ini sebuah upaya untuk melestarikan atau menjaga seni warisan leluhur. Lomba seni dalam kegiatan Saniagam Ramacari ini melibatkan peserta umum.
‎Sukadana menyambut baik upaya Rektor Unhi untuk menghadirkan lagi Utsawa Balisani yang cukup lama terhenti. Kegiatan ini sebagai wahana untuk memberi panggung kepada para seniman dalam upaya melestarikan seni dan sekaligus memperkenalkan Unhi sebagai lembaga pendidikan yang juga memiliki prodi pendidikan seni tari dan kerawitan.
‎”Kami sangat mendukung komitmen Bapak Rektor untuk membangkitkan kembali Utsawa Balisani sebagai upaya untuk melestarikan budaya,” katanya.

‎Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Dwi Wahyuning Kristiansanti, S.Sn., M.Si. menyambut baik kegiatan Saniagam Brahmacari yang digelar BEM Fakultas Pendidikan Unhi. Kegiatan ini sungguh luar biasa, karena tak hanya membangkitkan senin tari, tapi juga seni yang lain seperti seni pembuatan Tapel Ogoh-ogoh. Pihaknya sangat berbangga, karena Perguruan Tinggi seperti Unhi  juga aktif melestarikan objek pemajuan budaya.

‎Hadir pula dalam acara pembukaan Saniagam Brahmacari yakni Wakil Rektor I bidang Akademik Dr. I Komang Gede Santhyasa, ST., MT.,Wakil Rektor II bidang Keuangan Dr. I Gusti Agung Paramita, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. WA Sindhu Gitananda, SS., M.Hum., dan Wakil Rektor IV bidang Kerja Sama/IT Made Adi Widyatmika, ST., M.Si., Ph.D.
‎(MBP2)

See also  Pemenang Lomba Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali Bisa Diaplikasikan OPD

Redaksi

Related post