APJII Bali Gelar Simakrama, Infrastruktur yang Dibangun Mesti Beri Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat ‎

 APJII Bali Gelar Simakrama, Infrastruktur yang Dibangun Mesti Beri Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat ‎

Pengurus APJII Bali foto bersama usai acara simakrama, Jumat (10/4/2026).

DENPASAR – baliprawara.com
‎‎Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Wilayah Bali (APJII) menyelenggarakan acara simakrama di Inna Bali Heritage Hotel, Jumat 10 April 2026. Melalui acara ini diharapkan sinergi dan kolaborasi antar pelaku jasa internet makin meningkat untuk memberikan pelayananan lebih baik kepada masyarakat. Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Perekonomian I Wayan Ekadina dan Ketua Bidang Pengembangan Wilayah II APJII Pusat I Gede Yudhatama.

‎Ketua Badan Pengurus APJII Bali I Made Kartha Susila menyampaikan, kegiatan simakrama APJII Bali tahun 2026 ini menghadirkan seluruh anggota, yaitu provider internet yang beroperasi di wilayah Bali untuk berdiskusi, bertukar pikiran dan saling mengenal satu sama lain.

Dikatakan, simakrama APJII Bali ini juga menghadirkan beberapa stakeholder terkait seperti Dinas Kominfo dan Dinas PU seluruh kabupaten dan kota di Bali untuk ikut urun rembuk mengenai bagaimana industri internet saat ini. Apa yang bisa disinergikan antara provider internet yang ada di Bali dan pemerintah, tentunya untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.

‎Saat ini provider internet di Indonesia terus bertumbuh dengan cepat. Jumlah anggota internet provider yang ada di Indonesia saat ini sudah sekitar 1.400 lebih dan untuk di wilayah Bali sendiri yang beroperasi kurang lebih 200 Internet Service Provider (ISP) dari luar Bali. Selain itu ada 37 provider lokal yang perusahaan asli Bali yang memberikan layanan internet di Bali.

‎Kata Kartha Susila, pendataan anggota penting dilakukan, di tengah semakin bertambahnya jumlah provider. “Kami terus mendata provider-provider yang beroperasi di Bali, sehingga ketika ada keluhan dari masyarakat dan ada kegiatan dari pemerintah, baik itu perapian kabel atau kegiatan yang lainnya yang berhubungan dengan internet, layanan atau kabel yang ada di wilayah Bali, kita bisa lebih cepat memberikan respons, dan lebih cepat memberikan support kepada masyarakat. Kami ‎ingin memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Tak hanya internet yang handal dan harganya terjangkau, tapi juga ingin infrastruktur yang dibangun bisa memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegasnya serta menambahkan, saat ini anggota APJII Bali sudah terdata kurang lebih ada 85. Ke depan APJII Bali akan terus mendata provider yang beroperasi di Bali.

‎Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Perekonomian, Ekadina memberikan apresiasi atas terselenggaranya simakrama APJII Bali dalam rangka berdiskusi, mencari solusi, menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan layanan internet kepada masyarakat. Ini sejalan dengan visi Pemerintah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang salah satu program prioritasnya adalah Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.

See also  "Springs Reflection” Three Codes, Pameran MBKM Seni Murni ISI Denpasar di Living World Denpasar
Suasana simakrama APJII Bali

‎‎Sementara itu sesi diskusi dalam simakrama ini sangat menarik, karena terlontar banyak pertanyaan, usul-saran, solusi dan informasi penting bagi penyelenggara jasa internet dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari perlunya penataan kabel yang semrawut hingga pentingnya pendataan provider. Provider mesti ikut mengawasi pendor ketika pemasangan kabel, sehingga tak semrawut dan menimbulkan keluhan dari masyarakat. (MBP2)

 

Redaksi

Related post