Bale Gong Pura Dalem Lumbuan Kawan Ambruk Diterjang Angin Kencang, Kerugian Capai Rp300 Juta
MANGIPURA – baliprawara.com
Sebuah bangunan Bale gong di areal Pura Dalem Banjar Lumbuan Kawan, Kecamatan Susut, Bangli, dilaporkan roboh, Kamis 5 Maret 2026. Bangunan tersebut ambruk setelah diterjang angin kencang sekitar pukul 12.45 WITA.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan secara resmi pada pukul 13.00 WITA di hari yang sama. Bangunan yang roboh merupakan bale gong yang berada di areal Pura Dalem Banjar Lumbuan Kawan.
Lokasi kejadian tepatnya berada di Pura Dalem Banjar Lumbuan Kawan, Desa Lumbuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Bale gong tersebut diketahui merupakan milik krama adat Banjar Lumbuan Kawan dan selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan adat dan keagamaan masyarakat setempat.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pelapor bernama I PT Artawa, laki-laki, 45 tahun, beragama Hindu, bekerja di sektor swasta, yang beralamat di Banjar Lumbuan Kawan, Desa Lumbuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
Selain sebagai pelapor, I PT Artawa juga tercatat sebagai salah satu saksi dalam peristiwa tersebut. Saksi lainnya adalah I Ketut Kumpul Artha, 54 tahun, laki-laki, beragama Hindu, bekerja sebagai swasta dan beralamat di Banjar Lumbuan Kawan, Desa Lumbuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
Dalam kronologis yang disampaikan, pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 12.45 WITA, saksi I PT Artawa bersama I Wayan Kumpul Harta menerima informasi dari warga Banjar Lumbuan Kawan bahwa bale gong di Pura Dalem setempat telah ambruk akibat angin kencang.
Mendapat kabar tersebut, keduanya segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kondisi di lapangan. Setibanya di lokasi, mereka mendapati bangunan bale gong sudah dalam keadaan roboh rata dengan tanah.
Struktur bangunan terlihat runtuh sepenuhnya dan tidak lagi berdiri. Material bangunan berserakan di area sekitar pura. Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya terpaan angin yang melanda wilayah tersebut pada saat kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan awal, penyebab ambruknya bale gong dipastikan akibat angin kencang. Tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan maupun tindakan pihak lain dalam insiden tersebut.
Dalam laporan juga ditegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian berlangsung, tidak terdapat aktivitas masyarakat di dalam bale gong sehingga tidak menimbulkan korban manusia.
Meski demikian, kerugian materiil akibat robohnya bangunan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300.000.000 atau tiga ratus juta rupiah. Nilai tersebut merupakan estimasi dari kerusakan satu unit bangunan bale gong yang ambruk total.
Barang yang mengalami kerusakan dalam kejadian ini adalah satu buah bangunan bale gong. Tidak ada barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tersebut karena kejadian murni disebabkan oleh faktor cuaca.
Hingga laporan dibuat, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Warga bersama krama adat Banjar Lumbuan Kawan telah melakukan pengecekan awal terhadap puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. (MBP)