Bali Startup Camp 2025, Primakara University Dorong Lahirnya Startup Digital Inovatif
Pembukaan Bali Startup Camp 2025 di Primakara University. (ist)
DENPASAR – baliprawara.com
Upaya memperkuat ekosistem digital sekaligus menumbuhkan inovasi berbasis teknologi kembali dilakukan Primakara University melalui penyelenggaraan Bali Startup Camp (BSC) 2025. Program tahunan ini dirancang sebagai ruang pengembangan bagi talenta muda lokal yang memiliki ketertarikan dan potensi dalam membangun usaha rintisan digital bernilai tambah.
Bali Startup Camp 2025 hadir sebagai program intensif yang berfokus pada pembentukan fondasi startup sejak tahap awal. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis praktik, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan calon founder dalam merumuskan ide bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar serta memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Bali Startup Camp 2025 dikemas dalam format bootcamp selama tiga hari penuh. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 25 Januari 2026 dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, khususnya generasi muda yang memiliki minat di bidang teknologi dan kewirausahaan digital.
Bali Startup Camp 2025 merupakan salah satu program unggulan Primakara University yang secara konsisten digelar untuk mendorong lahirnya startup digital baru dari Bali. Program ini menargetkan para calon founder muda agar mampu mengembangkan ide bisnis secara sistematis, mulai dari tahap perumusan konsep hingga siap untuk diuji ke pasar.
Ketua Panitia Bali Startup Camp 2025, Sasya Praditya Agnesia, menjelaskan bahwa BSC dirancang dengan menitikberatkan pada pembelajaran berbasis praktik. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga dilibatkan langsung dalam proses membangun startup dari nol.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan pendampingan dari para mentor profesional yang berpengalaman di bidang teknologi, bisnis, dan kewirausahaan. Pendampingan ini mencakup berbagai tahapan penting, mulai dari penggalian ide, validasi kebutuhan pasar, penyusunan model bisnis, pengembangan prototipe produk digital, hingga persiapan presentasi bisnis atau pitching.
“Bali Startup Camp merupakan bentuk komitmen Primakara University dalam mendukung pengembangan talenta digital lokal. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis dalam membangun startup sejak tahap awal,” ujar Sasya Praditya Agnesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa 27 Januari 2026.
Lebih lanjut, Sasya menyampaikan bahwa format camp dipilih karena dinilai lebih efektif dibandingkan dengan seminar atau workshop konvensional. Dalam format bootcamp, peserta dituntut untuk aktif berpartisipasi, berkolaborasi dalam tim, serta menyelesaikan tantangan yang dirancang menyerupai proses nyata pengembangan startup.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan difokuskan pada penciptaan Minimum Viable Product (MVP). MVP tersebut menjadi dasar awal pengembangan produk digital yang dapat terus disempurnakan setelah program berakhir. Dengan adanya MVP, peserta diharapkan memiliki gambaran nyata mengenai solusi yang ditawarkan serta potensi produk mereka di pasar.
Selain itu, Bali Startup Camp 2025 juga mendorong peserta untuk mengasah kemampuan komunikasi bisnis. Melalui sesi pitching, peserta dilatih untuk menyampaikan ide dan produk secara jelas, terstruktur, serta menarik di hadapan mentor dan pemangku kepentingan ekosistem startup.
Sebagai bagian dari rangkaian program, Bali Startup Camp 2025 tidak berhenti pada tahap bootcamp saja. Startup yang telah merampungkan rancangan bisnisnya akan diarahkan untuk mengikuti Bali Startup Expo (BSE) sebagai tahap lanjutan pengembangan.
Melalui Bali Startup Expo, para peserta memiliki kesempatan untuk mempresentasikan produk digital mereka kepada publik yang lebih luas. Ajang ini juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring, bertemu dengan pelaku industri, investor, serta mendapatkan masukan yang konstruktif bagi pengembangan startup ke tahap berikutnya.
“BSC menjadi tahapan awal bagi peserta dalam merancang ide bisnis. Selanjutnya, melalui Bali Startup Expo, mereka dapat memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring yang lebih luas dalam ekosistem startup,” tambah Sasya.
Partisipasi dalam Bali Startup Expo diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi serta akses terhadap berbagai program pendukung lainnya, termasuk bimbingan lanjutan dan program inkubasi startup. Dengan demikian, ide-ide yang lahir dari Bali Startup Camp 2025 tidak berhenti sebagai konsep, tetapi memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang siap bersaing.
Primakara University menilai penguatan ekosistem startup lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Kehadiran mentor berpengalaman di bidang teknologi dan kewirausahaan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kualitas pembinaan peserta selama program berlangsung.
Dengan dukungan tersebut, Bali Startup Camp 2025 diharapkan mampu melahirkan startup digital inovatif yang menghadirkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan di masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Bali melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (MBP)