Banyu Pinaruh, Ribuan Pamedek Padati Pangelukatan Pancoran Solas Tirta Taman Mumbul, Sangeh
Suasana pamedek mengikuti prosesi pangelukatan di Tirta Taman Mumbul Pangelukatan Pancoran Solas, Desa Sangeh, Minggu 7 September 2025.
MANGUPURA – baliprawara.com
Suasana Tirta Taman Mumbul Pangelukatan Pancoran Solas, Desa Sangeh, Kabupaten Badung, terlihat ramai pamedek, Minggu 7 September 2025. Kondisi ramainya pamedek ini, datang dari berbagai daerah untuk melukat, serangkaian hari Banyu Pinaruh atau sehari setelah hari Saraswati. Diperkirakan sebanyak ribuan pamedek telah mulai berdatangan sejak pukul 04.00 Wita.
Menurut Manajer Pengelola Tirta Taman Mumbul Pangelukatan Pancoran Solas, Sangeh, I Gusti Ngurah Putu Buda, perkiraan jumlah pamedek yang tangkil mencapai seribuan lebih. Tidak hanya saat hari banyu pinaruh, ternyata kedatangan pamedek sudah terlihat sejak hari saraswati pada Sabtu 6 September 2025.
“Pamedek mencapai ribuan. Karena sudah dari hari Saraswati mulai pagi hari sampai jam 12 malam sudah ada yang datang melukat. Sedangkan pada hari banyu pinaruh ini sudah dimulai sejak pukul 04.00 wita, pamedek sudah membludak. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga malam hari,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Minggu 7 September 2025.
Dengan membludaknya jumlah pamedek yang melakukan panglukatan, pihaknya menyampaikan terimakasih sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan, ada yang kurang dari pihak pengelola.
Kunjungan ke lokasi ini dari tahun ke tahun, setiap bulan dan setiap hari terus mengalami peningkatan. Apalagi saat hari purnama, hari Minggu, hari banyu pinaruh selalu dipadati pamedek, bahkan ada yang sampai mekemit di sini. Sedangkan hari-hari biasa, pengunjung sebagian besar dari mancanegara.
Salah seorang warga, Ni Hardani, datang bersama keluarga untuk melukat serangkaian hari banyu pinaruh. Meski baru pertama kali tangkil ke Taman Mumbul ini, namun dirinya merasa sangat nyaman dan tenang. Lokasi yang cukup mudah dijangkau ini, bahkan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. (MBP)