Bawa Visi “Asta Abyakta” , Gde Bayu Pangestu AW Resmi Daftar Calon Ketua Umum PP KMHDI 2026–2028
Gde Bayu Pangestu AW
JAKARTA – baliprawara.com
Estafet kepemimpinan di tubuh Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) memasuki babak baru. Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) KMHDI, Gde Bayu Pangestu AW, S.E., secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Calon Ketua Umum PP KMHDI periode 2026-2028 dalam rangkaian gelaran Mahasabha XIV di Lampung.
Langkah ini menandai dimulainya komitmen transformasi organisasi yang progresif, inklusif, dan berbasis solusi nyata bagi seluruh kader di Indonesia. Pencalonan ini ditegaskan bukan sekadar kontestasi politik, melainkan sebuah panggilan Dharma yang lahir dari proses panjang pengabdian dan kesadaran akan tanggung jawab terhadap masa depan organisasi.
Melalui filosofi “Dharma Adhikara”, Bayu menawarkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan tanggung jawab moral-spiritual dan kebenaran sebagai fondasi pengambilan kebijakan. Visi besar ini bertujuan menjadikan KMHDI sebagai wadah yang adaptif terhadap dinamika zaman dan memiliki daya saing nasional yang kuat.
“KMHDI memiliki potensi besar sebagai kekuatan intelektual dan moral umat Hindu muda. Namun potensi itu harus dikelola dengan sistem yang kuat, kepemimpinan yang inklusif, dan arah gerak yang jelas,” ujar Bayu usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Profil Profesional dan Akademis Bayu Pangestu membawa kombinasi pengalaman organisasi, akademik, dan profesional yang solid. Sebagai Bendahara Umum PP KMHDI, ia memiliki pemahaman mendalam mengenai tata kelola internal dan tantangan strategis nasional. Kapasitasnya didukung oleh latar belakang pendidikan sebagai lulusan Ekonomi IPB dan saat ini merupakan mahasiswa S2 MBA Universitas Gadjah Mada (UGM).
Di sektor profesional, ia aktif sebagai konsultan bisnis dan pelaku usaha di Jakarta, serta menjabat sebagai Ketua DPW Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Bali dan pendiri _Interfaith Youth Leader_ . Pengalaman yang berakar dari PC KMHDI Bogor ini memastikan visi yang dibawa mampu merangkul aspirasi kader dari daerah hingga pusat.
Sebagai fondasi kepemimpinan kedepan, Bayu memaparkan delapan program strategis nasional yang disebut ASTA ABYAKTA:
1. Revitalisasi Kaderisasi: Memperkuat sistem melalui modul berbasis kompetensi dan platform e-learning.
2. Modernisasi Organisasi: Digitalisasi administrasi melalui sistem ERP dan monitoring kinerja lewat KMHDI Dashboard.
3. Literasi & Riset: Mendorong budaya riset nasional dan penyediaan beasiswa bagi kader potensial.
4. Akselerasi Teknologi: Implementasi E-KTA berbasis QR Code dan pengembangan aplikasi KMHDI Connect.
5. Kemandirian Ekonomi: Menghadirkan KMHDI Preneur Hub sebagai pusat inkubasi bisnis dan pendanaan usaha kader.
6. Advokasi Sosial: Pembentukan KMHDI Watch untuk isu HAM serta penguatan program Desa Dampingan.
7. Inklusivitas Gender: Menjamin ruang aman dan setara bagi perempuan dan anak melalui departemen khusus.
8. Pendidikan Politik: Menyelenggarakan Sekolah Politik Kebangsaan untuk membentuk kader yang cerdas dan kritis.
Resminya pendaftaran ini menjadi penanda bahwa KMHDI siap melompat lebih jauh menjadi katalisator perubahan bagi umat dan bangsa melalui gerakan berbasis ilmu pengetahuan dan Dharma. (MBP)