Berbagi Kebahagian Sambut Galungan dan Kuningan, Desa Adat Pecatu Bagikan 65 Ton Beras kepada Krama

 Berbagi Kebahagian Sambut Galungan dan Kuningan, Desa Adat Pecatu Bagikan 65 Ton Beras kepada Krama

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta (baju putih), secara simbolis menyerahkan bantuan betas ke krama yang diwakili Kelian Tempekan Bangbang Kembar.

MANGUPURA – baliprawara.com

Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung, dibawah kepemimpinan Bendesa I Made Sumerta, tak henti-hentinya menunjukkan kepedulian kepada krama atau masyarakat setempat. Kali ini, Desa Adat setempat, kembali menyisihkan pendapatan Desa untuk berbagi kebahagian kepada krama dalam bentuk bantuan Beras, menyambut hari raya Galungan 2 Agustus dan Kuningan 12 Agustus 2023, yang merupakan hari kemenangan Dharma melawan Adharma.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengungkapkan, upaya untuk berbagi ini, terus dilakukan agar krama juga ikut merasakan kebahagiaan, meski apa yang disalurkan tidak terlalu banyak. Pihaknya berharap, apa yang diberikan, bisa membantu meringankan beban krama.

Diungkapkannya, kondisi pariwisata yang mulai menggeliat saat ini, telah mendongkrak kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW)  Uluwatu, Desa Pecatu, Badung. Hal ini kata dia, juga berdampak pada pemasukan ke desa Adat Pecatu. 

Dengan adanya pendapatan dari DTW Uluwatu inilah, pihak Prajuru Desa Adat, menyisihkan dan mengembalikan kembali kepada Krama desa setempat melalui sejumlah program untuk krama. Salah satunya yang rutin dilaksanakan yakni pembagian bantuan beras untuk krama desa Pecatu, seperti yang dilakukan, Senin 31 Juli 2023, bertempat di Wantilan Desa Adat setempat.

Ia menambahkan, pada kesempatan berbahagia menjelang hari raya Galungan dan Kuningan ini, pihaknya sebagai pengayah di Desa Adat, kembali menyalurkan dana yang selama ini diterima desa adat melalui pendapatan dari sektor pariwisata yang dikonversikan dalam bentuk beras. Adapun total beras yang disalurkan mencapai total 65 ton. 

Dari total jumlah itu, masing masing karma mendapat sebanyak 25 kg, dengan menyasar total sebanyak 3200 krama. Selain krama ngarep pembagian beras ini juga menyasar krama pensiun, KK Mandiri, sebatang Kara serta penyandang Disabilitas. “Dengan adanya dana masuk ke desa adat dari sektor pariwisata, kami kembalikan lagi ke krama desa, dalam bentuk beras sebanyak 65 ton. Bantuan beras ini diberikan kepada 3200 krama desa, masing-masing sebanyak 25 kg,” kata Sumerta yang juga Anggota DPRD Badung ini.

See also  Bekerja Sama dengan Pemkot Denpasar dan D’Youth Fest, Public Speaking Bali Sukses Gelar MC Contest 2024

Sedangkan untuk Janda dan Duda, Sebatang Kara dan Disabilitas mendapat masing-masing 10 kg. Untuk jenis beras yang diberikan, memang dipilih jenis beras yang mempunyai kualitas baik. Tentu hal itu menjadi keputusan untuk memberikan kualitas yang terbaik untuk krama.

Lebih lanjut dikatakan, bantuan yang disalurkan ini, diharapkan dapat dirasakan langsung oleh krama. Apalagi saat ini usaha-usaha di desa adat sudah mulai menggeliat. Penyerahan kepada krama ini, diserahkan untuk semua krama di 19 tempekan di Desa Adat Pecatu. 

“Semua kita berikan. Kita ingin berbagi kebahagian. Harapan kita kepada krama, agar tetap semua krama bisa diberi anugerah yang berkelanjutan. Intinya bantuan beras ini dari mereka untuk mereka juga. Astungkara, ada sedikit kita berbagi. Ada banyak juga kita berbagi. Suka duka kita rasakan bersama,” ucapnya.

Ke depan, pihaknya berharap bantuan seperti ini terus ditingkatkan. Termasuk juga dana punia yang masuk ke Desa Adat, nantinya akan disalurkan ke masing-masing paibon  untuk meringankan beban krama.  

“Punia-punia yang masuk, juga dikembalikan ke masyarakat. Yang mana setiap kegiatan di pura paibon, pawiwahan dan ngaben serta kegiatan adat lain, Juga diberikan bantuan melalui dana ini,” bebernya.

Upaya penyaluran bantuan ini kata dia akan terus dilakukan dari krama untuk krama. Pasalnya selama ini, krama desa adalah yang terlibat langsung dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Pecatu. Yang mana seperti diketahui, di Desa Adat Pecatu, hampir semua sumber pendapatan bersumber dari pariwisata. 

Untuk itu, ke depan sebagai upaya menjaga seni dan budaya dalam mendukung perkembangan pariwisata di Desa Pecatu, pihaknya di desa adat memiliki program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yang dilakukan melalui pasraman. Program pasraman ini, kata dia, menjadi penting di tengah masifnya perkembangan teknologi, yang mulai menggerus tradisi dan budaya. 

See also  Libur Lebaran Usai, Siaga SAR Khusus Basarnas Resmi Ditutup

Melalui program pasraman ini, diharpakan bisa membangkitkan kreatifitas anak muda untuk melakukan kegiatan positif. Terutama untuk menunjang dan melestarikan tradisi dan budaya Bali, termasuk juga untuk menunjang kegiatan adat. “Penyiapan Pasraman ini juga untuk menunjang kegiatan adat di Pecatu. Termasuk juga sarana penunjang lain,” katanya. 

Kelian Tempekan Bangbang Kembar, Ketut Wijana mewakili warga penerima bantuan mengaku sangat bahagia dengan adanya bantu a ini. Apalagi di saat persiapan menjelang hari raya yang kondisi ekonomi belum pulih benar. Ini tentu sangat membantu. Ke depan, pihaknya berharap bantuan seperti ini bisa rutin dilakukan, dan juga terus meningkat. “Kami sangat antusias dan kompak menerima bantuan ini. Kami menyampaikan terimakasih kepada Desa adat atas bantuan ini,” ucapnya senang. (MBP1)

 

redaksi

Related post