Berproduksi Di Tengah Pandemi Covid-19, Lia Mulianingsih Siapkan Kebutuhan Tim Medis

 Berproduksi Di Tengah Pandemi Covid-19, Lia Mulianingsih Siapkan Kebutuhan Tim Medis

DENPASAR – baliprawara.com

Berawal dari dampak pandemi Covid-19 yang memaksa sejumlah pengusaha tak terkecuali pengusaha garmen untuk merumahkan karyawan, Lia Mulianingsih yang akrab dipanggil Lia mulai berinovasi. Dari yang dulunya memproduksi berbagai pakaian jadi, kini dirinya mulai memproduksi pesanan alat pelindung diri (APD). Langkah ini dilakukan agar bisa terus berproduksi untuk mempertahankan keberlangsungan karyawan.   

Bersama koleganya sesama pengusaha garmen, untuk membantu memenuhi kebutuhan Alat Pelindung APD Diri bagi tenaga Medis, Lia Mulianingsih sebagai seorang pengusaha garmen yang juga dikenal memiliki event organizer ini, terus berupaya memproduksi APD. Terutama baju Hasmat yang merupakan baju terusan sebagai pakaian pelindung bagi tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.

Dengan semangat untuk membantu tenaga medis, Lia bersama kedua pengusaha lainnya yakni Anita selaku pemilik La Diva Costume dan Surya pemilik Mall Konveksi, sudah memproduksi ribuan baju APD yang didistribusikan untuk tenaga medis hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut penuturannya, karena saking banyaknya permintaan order Produksi, maka dirinya bersama sang suami mendirikan Posko APD yang juga memproduksi masker dan alat pelindung wajah (face shield) dengan merk ‘Hanoman’. Bahkan distribusinya sudah hampir merambah seluruh Puskesmas dan rumah sakit di luar Pulau Bali.

“Untuk baju Hasmat dengan model coverall distribusinya juga sudah hampir merambah seluruh Rumah Sakit, Klinik Puskesmas dan rumah sakit di luar Pulau Bali, Keunggulan baju APD hazmat produksi kami adalah ‘Washable’ atau Bisa dicuci dengan detergen biasa dan dijemur di panas matahari,” bebernya.

See also  Bersama Biznet, Jaringan Hotel Ayana Turut Berdonasi APD Untuk Tim Medis

Pihaknya saat ini juga memproduksi Baju APD dengan kategori level 1 yang anti air tanpa menggunakan jahitan tetapi sistem leminasi. Hal itu karena untuk level 1, cairan tidak boleh sampai masuk sehingga tidak ada pori-pori sedikitpun. 

Sebagai pemrakarsa awal pembuatan baju APD di Bali ini, pihaknya berharap dapat membangkitkan ekonomi para penjahit dan perlindungan dini tim medis lebih awal. Pihaknya berharap, pengusaha garmen pembuat APD di Bali ini bisa ikut berkontribusi dalam mensukseskan Pulau Bali sebagai Provinsi yang paling rendah jumlah terkonfirmasi  COVID 19. (MBP5)

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *