Bulan Bahasa Bali 2026 Dihelat 1-28 Februari, Taman Budaya Bali Siap Sarana Prasarana
I Wayan Mardika Bhuwana
DENPASAR – baliprawara.com
Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 digelar sebulan, 1-28 Februari 2026. Kegiatan ini dihelat untuk melindungi dan memuliakan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Bulan Bahasa Bali VIII mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”. Tema ini dimaknai sebagai altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman spiritual untuk membangun jiwa yang mahasempurna.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Bali I Wayan Mardika Bhuwana, S.Sn. menyampaikan, Taman Budaya Provinsi Bali, tempat digelar kegiatan Bulan Bahasa Bali, sudah siap dengan sarana dan prasarananya.
”Taman Budaya Bali sudah siap sebagai tempat penyelenggara Bulan Bahasa Bali,
baik dari segi sarana dan prasarana. Stage yang dipakai lomba seperti Gedung Ksirarnawa, Kalangan Angsoka dan Kalangan Ayodya sudah kami optimalkan pemakaiannya, ” ujarnya Jumat (30/1/2026).
Seperti halnya kegiatan seni budaya yang lain, dalam pelaksaan Bulan Bahasa Bali kali ini, kebersihan juga menjadi prioritas, baik di areal Taman Budaya, stage-stage, dan toilet. Karena itu pihaknya mengajak masyarakat peserta lomba dari kabupten/kota untuk ikut menjaga kebersihan Taman Budaya dengan meminimalisir sampah. Untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai, masyarakat diwajibkan membawa tambler.
Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018, yang secara tegas mengatur pelindungan dan penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali.
Bulan Bahasa Bali tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat jati diri kebudayaan Bali di tengah arus globalisasi. Bulan Bahasa Bali adalah wahana memuliakan bahasa ibu. Bahasa, aksara, dan sastra Bali bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sumber nilai, etika, dan pengetahuan yang membangun kesadaran rohani dan kebudayaan masyarakat Bali.
Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kelurahan, dan desa adat, kabupaten/kota, lembaga pendidikan dari PAUD hingga perguruan tinggi, hingga tingkat Provinsi Bali.
Pembukaan Bulan Bahasa Bali tingkat Provinsi Bali akan digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, pada Minggu, 1 Februari 2026.
Rangkaian kegiatan tingkat Provinsi meliputi 17 wimbakara atau lomba, 8 kali pementasan seni pertunjukan (sesolahan), 2 widyatula atau seminar, 3 kriyaloka atau workshop, serta pameran Reka Aksara bertema “Transformasi Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dalam Teknologi”. Selain itu, terdapat program konservasi lontar (Raksa Pustaka), ruang belajar ramah anak, diskusi sastra Bali, serta penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama kepada dua tokoh atau lembaga berprestasi.
Sementara itu, seluruh kabupaten/kota se-Bali diwajibkan menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali yang akan dibuka oleh wali kota atau bupati masing-masing pada 2 Februari 2026, sehari setelah pembukaan tingkat provinsi. Kegiatan di daerah mencakup berbagai lomba berbahasa Bali, pameran produk UMKM berbasis aksara Bali, festival nyurat lontar dan mengetik aksara Bali secara digital, hingga panggung apresiasi sastra dan seni pertunjukan tradisi maupun modern.
Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan Bulan Bahasa Bali.
Melalui Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali berharap Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali semakin hidup, adaptif, dan relevan di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kebudayaan Bali. (MBP2)