Bulan Bahasa Bali VIII, Suara Emas Pelajar Menggema di Ksirarnawa

 Bulan Bahasa Bali VIII, Suara Emas Pelajar Menggema di Ksirarnawa

Salah satu peserta lomba lagu pop Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali VIII, di Gedung Ksirarnawa, Minggu (16/2).

DENPASAR-baliprawara.com
Bulan Bahasa Bali VIII semakin semarak dengan penampilan memukau peserta Wimbakara (Lomba) Lagu Pop Bali tingkat SMA/SMK yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Minggu (15/2/2026). Puluhan pelajar tampil penuh percaya diri, menunjukkan kualitas vokal dan kreativitas yang mengundang decak kagum pengunjung.
Seluruh peserta membawakan lagu wajib “Ngiring Mabasa Bali” karya Mr. Botax dengan interpretasi beragam. Mereka juga menyanyikan lagu pilihan yang disesuaikan dengan karakter dan kemampuan vokal masing-masing, sehingga penampilan terasa matang dan berkarakter.

Penampilan para peserta bahkan membuat dewan juri terharu. Mr. Botax bersama Ayu Saraswati dan Anak Agung Putu Sugiantiningsih mengaku terpukau dengan kualitas generasi muda saat ini. Salah satu peserta disebut mampu menggugah emosi hingga membuat juri menitikkan air mata.
“Ada satu penyanyi yang membuat kami menangis,” ujar Mr. Botax penuh haru. Ia menilai, kekuatan peserta bukan hanya pada teknik, tetapi pada penghayatan dan penyampaian pesan lagu yang mampu menyentuh pendengar.

Secara teknis, lanjutnya, para peserta sudah menunjukkan kemampuan vokal yang sangat baik. Namun, ia mengingatkan agar improvisasi dalam lagu wajib tetap memperhatikan karakter aslinya sebagai lagu jingle yang sederhana. “Improvisasi boleh saja, asal tidak berlebihan hingga mengganggu penempatan nada,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ayu Saraswati menilai para pelajar SMA/SMK kini semakin cerdas dalam memilih lagu dan memahami kapasitas vokal mereka. Teknik pernapasan, pengolahan nada, hingga keberanian mengeksplorasi lagu dinilai sudah berkembang pesat.
“Anak-anak sekarang berani keluar dari bayang-bayang penyanyi aslinya dan menghadirkan warna baru sesuai jati diri mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Anak Agung Putu Sugiantiningsih menyampaikan kebanggaannya terhadap kualitas peserta dan kesiapan panitia. Ia berharap jumlah peserta dapat ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya agar semakin banyak generasi muda yang terlibat.
Menurutnya, ajang seperti ini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Bali sejak dini. Melalui lagu pop Bali, generasi muda diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa ibu mereka.

See also  Warisan Kepemimpinan dari Abad ke-17 Terungkap di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

Wimbakara Lagu Pop Bali tingkat SMA/SMK tahun ini pun menjadi bukti bahwa regenerasi penyanyi pop Bali berjalan dengan sangat baik—penuh talenta, kreativitas, dan semangat menjaga budaya.(MBP2)

Redaksi

Related post