Dampak Konflik Timur Tengah, 12.278 Penumpang Tertunda Keberangkatannya di Bandara Ngurah Rai
SAMBUTAN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna menyampaikan sambutan pada acara Coffee Morning Gathering Bersama Media, Selasa (31/3/2026) di aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali.
DENPASAR – baliprawara.com
Konflik Timur Tengah berdampak cukup besar pada penundaan keberangkatan penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali. Per 30 Maret 2026, tercatat 12.278 orang tertunda keberangkatannya akibat konflik tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna menyampaikan hal itu kepada awak media pada acara Coffee Morning Gathering Bersama Media, Selasa (31/3/2026) di aula Dharmawangsa Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali.
Namun, dari sekian jumlah penumpang yang terdampak, sudah ada yang bisa berangkat ke negara tujuan, dengan menggunakan maskapai lain dan memilih rute yang lain.
Dikatakan, selain berdampak pada penundaan keberangkatan penumpang, konflik Timur Tengah juga berekses pada kelebihan masa tinggal orang asing di Bali. Imigrasi Bali mencatat, pembebasan biaya overstay bagi WNA di Bali yang terdampak konflik Timur Tengah tercatat sebanyak 242 orang.
Pihaknya berharap situasi Timur Tengah secepatnya membaik. Selama situasi konflik belum membaik, pihaknya tetap menjalankan kebijakan Direktorat Jenderal Imigrasi Pusat tersebut. “Selama Direktorat Jenderal Imigrasi belum mencabut kebijakan ini, kami di daerah tentu akan tetap mengimplementasikannya,” katanya.
Kata Felucia Sengky Ratna, Imigrasi Bali terus berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada mereka, dengan membuat posko di Bandara Ngurah Rai dan menempatkan petugas Imigrasi di dua hotel di kawasan Nusa Dua yang ditunjuk maskapai penerbangan.
Sementara itu terkait dengan acara Coffee Morning bersama Media, pihaknya berharap makin terbangun komunikasi yang lebih efektif dan kerjasama yang lebih baik dengan media. Pihaknya menyadari tanpa bantuan media, seluruh capaian kinerja Imigrasi tak akan diketahui secara massif oleh publik.
”Melalui acara ini besar harapan kami agar media dapat membantu membranding Imigrasi Bali lebih baik ke depannya, ” ujar Sengky.
Namun, pihaknya berharap, jika mendapat informasi kurang baik, sebaiknya dikonfirmasi ke pihak Imigrasi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Hadir dalam acara Coffee Morning Gathering Bersama Media itu di antaranya Kepala Kantor Imigrasi kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kepala Kantor Imigrasi kelas I TPI Denpasar, Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Singaraja, Kepala Kantor Imigrasi kelas III Non TPI Klungkung, Kepala Kantor Imigrasi kelas III Non TPI Tabanan dan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. (MBP2)