Dibuka Deputi Bidang Events Kemenpar, BaliSpirit Festival Diharapkan Bisa Diterapkan di Daerah Lain

 Dibuka Deputi Bidang Events Kemenpar, BaliSpirit Festival Diharapkan Bisa Diterapkan di Daerah Lain

Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata, Vincent Jemadu membuka secara resmi BaliSpirit Festival 2026, di The Yoga Barn, Ubud Bali, Rabu (15/4/2025).

GIANYAR – baliprawara.com
‎Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Vincent Jemadu didampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, membuka secara resmi BaliSpirit Festival 2026, di The Yoga Barn, Ubud Bali, Rabu (15/4/2025).
Festival kali ini bertema “Welcome Home”, mengajak setiap individu untuk kembali ke rumah sejati. Kembali ke diri sendiri melalui perjalanan spiritual, kemanusiaan, dan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan. Berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, BaliSpirit Festival menjunjung harmoni antara spiritualitas, kemanusiaan, dan keberlanjutan lingkungan.

‎Deputi Vincent Jemadu mengapresiasi BaliSpirit Festival karena dapat berlangsung konsisten tiap tahun hingga saat ini, sejak 2008. BaliSpirit Festival yang penyelenggaraannya sudah ke-17 kalinya, suatu capaian yang luar biasa. Begitu banyak event come and go, on and off, tetapi BaliSpirit Festival bisa berlangsung konsisten. Ini menandakan ada komitmen, dan passion yang luar biasa dari penyelenggara untuk tetap mempertahankannya. Kunci keberhasilan suatu event ini adalah konsistensi. Penyelanggara konsisten melangsungkan dan mengembangkan temanya sesuai dengan selera pasar.

‎Vincent melihat bahwa ada suatu tren, orang-orang mulai menyadari pentingnya gaya hidup sehat, healthy lifestyle.
‎Bahkan pasca Covid-19, kegiatan-kegiatan yang kaitannya dengan wellness atau kesehatan menjadi happening.

‎”Kementerian Pariwisata tetap mendukung kegiatan seperti ini karena merupakan suatu event yang berkualitas. Bahkan Ibu Menteri Pariwisata juga berpesan bahwa kalau bisa Bali Spirit Festival ini jadi template dan bisa diterapkan juga di daerah-daerah lain, karena ini bagian dari quality tourism. Sebab, spendingnya juga besar tiap tahuannya. Dan ini betul-betul menerapkan keberlanjutan, sustainability,” kata Vincent.

‎Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta
‎mengapresiasi BaliSpirit Festival sebagai salah satu festival internasional yang secara onsisten berkontribusi dalam memajukan pariwisata Bali dan memperkuat citranya sebagai destinasi wellness kelas dunia.

‎Co-Founder BaliSpirit Festival, I Made
‎Gunarta menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan festival ini.
‎“Festival ini merupakan buah dari usaha banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih
‎kepada semua yang telah mendukung, baik pemerintah, sponsor dan mitra, maupun para
‎peserta festival. Berkat dukungan tersebut, BaliSpirit Festival dapat terus berjalan dan
‎memberikan dampak positif melalui berbagai program outreach, seperti Bali ReGreen, AYO!
‎Bicara HIV/AIDS, Bali Conference, dan Wellness Conference,” ujarnya.

‎Meghan Pappenheim, Director of the Balispirit Group & Executive Producer of the Balispirit Festival menyampaikan, BaliSpirit Festival sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta. Karena itu, costumer selalu mengharapkan Festival ini diselenggarakan. Melalui Festival ini, ada hal-hal baik dalam diri bisa digali dan dimanfaatkan untuk kebaikan dan keharmonisan bersama.

Meghan Pappenheim, Director of the Balispirit Group & Executive Producer of the Balispirit Festival

Dimas Yogi Fawzi, Media & Partnership BaliSpirit Festival menyampaikan, kegiatan ini merupakan edisi yang ke-17, sejak digelar 2008. Melalui BaliSpirit Festival ini ingin menjadikan Ubud sebagai salah satu destinasi wellness tourism terbesar di dunia. BaliSpirit Festival mendapat apresiasi yang baik dari para peserta. Rata-rata onsite-nya antara 2.000 sampai 2.500 pengunjung setiap hari.
‎Dikatakan, kegiatan BaliSpirit Festival
‎dibagi dua tema. Pertama, day time program yang meliputi kelas yoga, workshop, meditasi, movement, healing, dan dharma talk. Kedua, malam hari kegiatan lebih fokus ke performance, music performance, dance performance, dan art performance.
‎”Jumlah peserta BaliSpirit Festival
‎dari tahun ke tahun, kurang lebih sama, karena festivalnya sangat spesifik. Target marketnya memang orang-orang yang tertarik dalam gaya hidup sehat atau wellness. Pesertanya selalu ada repeat customer atau repeat audience. Ada yang sudah datang selama 5 kali, 6 kali, bahkan mungkin ada yang datang dari awal festival diselenggarakan,” pungkas Dimas.
Pembukaan festival ditutup dengan penampilan kolaboratif dari I Putu Adi Septa Suweca Putra bersama Janurangga dan Ayu Anantha, yang menghadirkan perpaduan gamelan elektronik dan tari Bali kontemporer—sebuah harmoni antara tradisi dan inovasi.(MBP2)






See also  Desa Adat Kuta, Salurkan Bantuan Program Donasi Tahap Pertama untuk 195 Warga

Redaksi

Related post