Dies Natalis ke-39, Politeknik Negeri Bali Perkuat Vokasi dan Peluang Kerja Internasional
Direktur Politeknik Negeri Bali, Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D.
MANGUPURA – baliprawara.com
Politeknik Negeri Bali (PNB) memperingati Dies Natalis ke-39 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pada peringatan Dies ini, ditegaskan terkait arah pengembangan pendidikan vokasi, penelitian terapan, kerja sama industri, serta perluasan peluang kerja lulusan ke luar negeri.
Direktur Politeknik Negeri Bali, Prof. I Dewa Made Cipta Santosa, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa PNB akan terus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan vokasi dan penelitian terapan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Salah satu arah pengembangan institusi adalah menuju politeknik university, dengan memperluas pendidikan terapan hingga jenjang magister dan doktor terapan serta mendorong penelitian inovatif yang dapat dimanfaatkan secara langsung,” katanya, saat ditemui di kampus setempat.
Lebih lanjut kata dia, ke depan PNB juga menargetkan peningkatan reputasi internasional melalui pengembangan kerja sama luar negeri, baik dalam bidang pembelajaran maupun penelitian. Penguatan hubungan dengan industri menjadi perhatian untuk meningkatkan penyerapan lulusan sesuai kompetensi dan profesionalisme.
Selain peluang kerja di dalam negeri, PNB kata Cipta Santosa, berupaya membuka akses lebih luas bagi lulusan ke pasar kerja internasional. “Jadi banyak lulusan yang diminati untuk kerja di Jepang, banyak lulusan yang diminati untuk kerja di Eropa, Timur Tengah maupun China,” ucapnya.
Menurutnya, peluang tersebut perlu terus dikembangkan melalui kerja sama internasional, terutama untuk lulusan bidang pariwisata dan teknologi.
Selain itu, PNB memperkuat konsep green tourism melalui tiga pilar, yakni green infrastructure, green business, dan green ethic. Infrastruktur hijau mencakup pengembangan energi, konstruksi, serta material ramah lingkungan. Sementara itu, bisnis hijau mendorong efisiensi, termasuk penerapan sistem paperless.
Adapun green ethic menekankan perilaku ramah lingkungan yang berlandaskan nilai Tri Hita Karana, termasuk sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari. PNB telah memasukkan green tourism dan green ethic sebagai dua mata kuliah wajib di seluruh program studi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengembangan PNB sebagai pusat pembelajaran dan referensi green tourism.
Memasuki usia ke-39, PNB juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi, industri, dan kebutuhan dunia kerja. Penguatan pembelajaran vokasi, kolaborasi industri, penelitian terapan, serta kerja sama internasional menjadi bagian dari agenda pengembangan institusi ke depan.
“PNB menargetkan agar pendidikan yang diselenggarakan tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperluas kontribusi bagi masyarakat dan dunia industri,” harapnya. (MBP)
