Dihadiri Gubernur Bali dan Wakil Bupati Badung, Desa Kedonganan Salurkan Bantuan Tahap 2 

 Dihadiri Gubernur Bali dan Wakil Bupati Badung, Desa Kedonganan Salurkan Bantuan Tahap 2 

MANGUPURA – baliprawara.com

Desa Adat Kedonganan bersama LPD Desa Adat Kedonganan, Kuta  Badung, terus bergerak membantu meringankan beban masyarakat di tengah wabah Covid-19. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Desa bersama LPD sudah menyiapkan program untuk tiga bulan, yakni bulan April, Mei dan Juni. 

Melanjutkan program penyaluran bantuan yang sudah dilakukan bulan April lalu, Desa Adat Kedonganan bersama LPD kembali untuk kali kedua menyalurkan bantuan kebutuhan pokok untuk krama pada Sabtu (9/5). Bertempat di wantilan kantor Desa Kedonganan, kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster beserta nyonya, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Camat Kuta serta sejumlah undangan lainnya. 

Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., mengatakan, bantuan sembako kali ini diberikan kepada sejumlah 1200 krama pengarep dan juga para pengelingsir di desa setempat. Adapun jumlah dana yang disiapkan untuk program tiga bulan pertama ini sebesar 3,5 Miliar Rupiah. Yang mana, dana ini diambil dari keuntungan LPD tahun 2019 lalu. 

Bantuan ini kata dia, terdiri dari sembako, beras, minyak, gula hingga sayur-sayuran yang seluruhnya merupakan produk lolak. “Ini dianggarkan dari LPD Desa Adat Kedonganan dan merupakan bantuan tahap kedua setelah sebelumnya tahap pertama dilaksanakan Bulan April lalu. Sedangkan, bantuan tahap ketiga akan dilaksanakan bulan Juni mendatang,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri penyerahan bantuan dari Desa Adat Kedonganan menyampaikan apresiasi atas kebijakan yang dilakukan LPD Kedonganan. Terutama untuk membantu warganya yang terdampak Covid-19. Secara khusus ia mengapresiasi pola pembangunan di Desa Adat Kedonganan yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal. 

See also  Sembunyi di Bak Truk, Dua Kernet Dipulangkan

Kelembagaan ekonomi di desa adat ini kata Koster begitu kuat, yang tercermin dari kemajuan LPD dan kafe-kafe ikan bakar yang dikelola masyarakat setempat. Ia pun menyebut, akan menjadikan pola pembangunan di Desa Adat Kedonganan sebagai model pembangunan desa adat seluruh Bali. “Ini akan dijadikan model untuk pengembangan perekonomian masyarakat Desa Adat di seluruh Bali, agar masyarakat Bali ini kuat,” yakinnya. (MBP1) 

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *