DJ Herlina Tepis Stigma Negatif Profesi DJ, Jadikan Musik Sebagai Sarana Menghibur Masyarakat

 DJ Herlina Tepis Stigma Negatif Profesi DJ, Jadikan Musik Sebagai Sarana Menghibur Masyarakat

DJ Herlina.

MANGUPURA – baliprawara.com

Komang Triherlina Dewi yang populer disapa DJ Herlina, menepis anggapan negatif yang kerap melekat pada profesi disc jockey (DJ). Bagi DJ asal Bangli, ini, dunia DJ merupakan sarana menyalurkan kecintaan terhadap musik sekaligus menghibur banyak orang.

Kecintaannya pada dunia DJ telah dilakoni DJ berparas cantik ini sejak masih kuliah di Politeknik Negeri Bali, sekitar semester lima. Perjalanan yang telah berlangsung kurang lebih dua setengah tahun itu berawal dari hobi bermusik yang kemudian berkembang menjadi pekerjaan.

Ketertarikannya terhadap DJ semakin besar setelah mendapat sejumlah undangan tampil di berbagai acara. Hingga kini, DJ Herlina dipercaya mengisi kegiatan yang diselenggarakan pemerintah, pihak swasta, startup, maupun masyarakat Bali.

Diceritakannya, proses belajar hingga menjadi seorang DJ bermula dari bantuan seorang teman selama sekitar satu hingga dua bulan. Setelah memahami dasar penggunaan perangkat DJ, ia membeli alat sendiri dan melanjutkan belajar secara mandiri melalui tayangan di YouTube serta berbagai tutorial.

DJ Herlina mengaku kebahagiaan terbesar dari profesinya adalah ketika bisa membuat orang lain tersenyum dan menikmati acara. “Uang bukan prioritas utama, melainkan bagaimana ketika saya dapat memberikan hiburan dan dampak positif bagi orang-orang yang mengundangnya,” katanya saat ditemui usai tampil di Kuta, Jumat 23 Oktober 2026.

Lebih lanjut ia menyadari bahwa profesi DJ masih sering dikaitkan dengan pesta dan mabuk-mabukan. Namun, menurut pengalamannya, anggapan tersebut tidak selalu sesuai dengan kenyataan.

Hal itu dibuktikannya seperti apa yang dia jalani. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengonsumsi alkohol, tidak menggunakan pod atau rokok elektrik, serta tidak merokok. Selama menjadi DJ, ia memilih fokus pada musik dan tujuan menghibur masyarakat melalui penampilannya.

Selain menyalurkan hobi, profesi DJ juga memberinya kesempatan mengenal banyak orang, memperluas pertemanan, serta memahami beragam karakter dan lingkungan. Bahkan ia juga mengaku lebih banyak merasakan kebahagiaan dibandingkan kesulitan selama menjalani profesi tersebut. Ia menjalankan aktivitas DJ karena sesuai dengan keinginan dan kecintaannya terhadap musik, bukan karena merasa terpaksa bekerja.

Kepada generasi muda, ia berpesan agar berani mencari dan mengembangkan kesenangan masing-masing. Ia berharap hobi dapat disalurkan menjadi pekerjaan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Di luar aktivitas DJ, lulusan D4 Politeknik Negeri Bali ini kini sedang menempuh pendidikan S2 Bisnis Digital di Institut Desain dan Bisnis Bali. Perempuan asal Bangli tersebut terus menjalani profesinya dengan menjadikan musik sebagai sarana hiburan dan membangun hubungan positif dengan masyarakat. (MBP)

 

redaksi

Related post