DLHK Badung Kumpulkan 3,5 Ton Sampah Kembang Api dari Kawasan Samigita

 DLHK Badung Kumpulkan 3,5 Ton Sampah Kembang Api dari Kawasan Samigita

MANGUPURA – baliprawara.com

Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Badung berlangsung meriah dengan pusat keramaian berada di kawasan pantai. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati garis pantai untuk menikmati pesta kembang api yang menyala hampir sepanjang malam. Namun, di balik kemeriahan tersebut, terdapat konsekuensi lingkungan berupa tumpukan sampah sisa kembang api yang tidak sedikit.

Seiring berakhirnya perayaan, perhatian kemudian beralih pada upaya penanganan sampah yang tertinggal di sejumlah lokasi utama. Kawasan Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta atau yang dikenal dengan sebutan Samigita menjadi titik fokus pembersihan karena menjadi lokasi favorit perayaan malam tahun baru. Aktivitas kembang api yang intens meninggalkan residu berupa selongsong, sisa pembakaran, hingga material yang tidak dapat terurai secara alami.

Total sampah kembang api yang terkumpul dalam satu malam mencapai 3,5 ton. Angka ini mencerminkan besarnya aktivitas perayaan serta tingginya intensitas penggunaan kembang api di kawasan wisata unggulan Badung. Sampah-sampah tersebut tergolong limbah yang sulit diolah kembali sehingga membutuhkan penanganan khusus oleh pihak terkait.

Pengumpulan sampah kembang api tersebut dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung dengan mengerahkan personel dan peralatan sejak pagi hari. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kawasan pantai kembali bersih dan dapat digunakan oleh masyarakat serta wisatawan tanpa terganggu sisa perayaan.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Agung Dalem, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan sudah dimulai sejak pukul 06.00 Wita. Tim DLHK langsung menyasar kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak yang diketahui memiliki volume sampah relatif merata.

Berdasarkan hasil pengumpulan di lapangan, Pantai Kuta menyumbang sekitar 1 ton sampah kembang api. Sementara itu, Pantai Legian menjadi lokasi dengan volume tertinggi yakni mencapai 1,5 ton. Adapun Pantai Seminyak mencatatkan jumlah sampah sekitar 1 ton. Jika ditotal, keseluruhan sampah kembang api yang berhasil dikumpulkan dari tiga pantai tersebut mencapai 3,5 ton dalam waktu kurang dari satu hari.

See also  Sekaa Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer, Tampilkan Kearifan Lokal Lembongan

Menurut Agung Dalem, kesamaan volume sampah di masing-masing lokasi menunjukkan bahwa aktivitas perayaan berlangsung hampir merata di kawasan Samigita. Kondisi ini juga menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat yang memilih pantai sebagai lokasi utama merayakan malam pergantian tahun.

Dalam proses pembersihan tersebut, DLHK Badung melibatkan sebanyak 125 petugas lapangan. Para petugas bekerja secara manual untuk mengumpulkan sampah-sampah kecil, terutama sisa kembang api yang tersebar di pasir pantai. Selain tenaga manusia, sejumlah alat berat juga dikerahkan guna mempercepat proses pengangkutan sampah dalam jumlah besar.

Peralatan yang digunakan meliputi tujuh unit loader, dua unit beach cleaner, dua unit crawler carrier, tiga unit ekskavator, serta sepuluh unit truk sampah. Kombinasi antara kerja manual dan penggunaan alat berat dinilai efektif untuk menangani volume sampah yang cukup besar dalam waktu singkat.

Penggunaan beach cleaner menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan pasir pantai bersih dari serpihan kecil sisa kembang api yang sulit terlihat secara kasat mata. Sementara itu, loader dan ekskavator membantu mengangkut tumpukan sampah yang telah dikumpulkan ke dalam truk untuk selanjutnya dibawa ke lokasi pembuangan akhir.

DLHK Badung juga melakukan pemantauan di sejumlah pantai lain di wilayah Badung. Namun, berdasarkan hasil pengecekan, volume sampah di luar kawasan Samigita relatif tidak signifikan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya minat masyarakat untuk merayakan malam tahun baru dengan kembang api di pantai-pantai tersebut.

Agung Dalem menyampaikan bahwa sebagian besar aktivitas perayaan memang terpusat di kawasan yang sudah dikenal luas sebagai destinasi wisata utama. Dengan demikian, konsentrasi sampah pun terkumpul di lokasi yang sama, sehingga memudahkan proses pemetaan dan penanganan oleh petugas kebersihan.

See also  Dukung Inklusi Keuangan, JULO Hadirkan Inovasi Fitur Lengkap Kredit Digital Bunga Bersahabat

Lebih lanjut dijelaskan, volume sampah kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026 ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meski demikian, hingga saat ini sampah kembang api masih tergolong limbah yang belum dapat diolah atau didaur ulang secara optimal.

Oleh karena itu, seluruh sampah hasil pembersihan langsung diangkut dan dikirimkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan sampah di kawasan pantai yang dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan aktivitas pariwisata.

DLHK Badung memastikan bahwa proses pengangkutan dilakukan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan dampak lanjutan, baik bagi lingkungan sekitar maupun bagi petugas yang terlibat. Dengan selesainya pembersihan ini, kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak diharapkan dapat kembali berfungsi normal sebagai ruang publik dan destinasi wisata pasca perayaan tahun baru. (MBP)

 

redaksi

Related post