Festival Pandawa ke-14 Resmi Dibuka, Usung Tema “Kejar Mimpi, Raih Kemenangan”
Festival Pandawa ke-14 resmi dibuka, Kamis 25 Desember 2025.
MANGUPURA – baliprawara.com
Festival Pandawa ke-14 kembali digelar sebagai agenda tahunan Desa Adat Kutuh dan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Pandawa. Tahun ini, festival mengusung tema “Kejar Mimpi, Raih Kemenangan”, yang merepresentasikan semangat perjuangan insan pariwisata dalam menghadapi tantangan serta dinamika industri pariwisata di tahun 2025.
Tema tersebut dimaknai sebagai dorongan optimisme bagi seluruh pelaku pariwisata, khususnya masyarakat Desa Kutuh yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan Pantai Pandawa. Melalui festival ini, semangat untuk terus bangkit, berkarya, dan berinovasi diharapkan dapat semakin menguat.
Festival Pandawa ke-14 secara resmi dibuka pada Rabu, 25 Desember 2025 yang dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi arnawa serta undangan lainnya. Event tahunan ini akan berlangsung selama sepekan dan dijadwalkan berakhir pada 1 Januari 2025, dengan berbagai rangkaian kegiatan seni, budaya, serta aktivitas pendukung pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal.
Direktur Utama Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, megatakan, rangkaian kegiatan Festival Pandawa ke-14 merupakan hasil karya masyarakat Desa Kutuh. Hal tersebut menjadi wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis budaya di kawasan Pantai Pandawa.
Ni Luh Hepi Wiradani menjelaskan, salah satu agenda utama dalam festival ini adalah pertunjukan drama tari kolosal yang dipersembahkan oleh Paguyuban Seni Desa Kutuh. Pertunjukan tersebut melibatkan seniman lokal yang selama ini aktif mengembangkan kesenian tradisional Bali di lingkungan desa adat.
“Selain itu juga ada pertunjukan seni budaya setiap hari oleh sekaa seni dan sekolah-sekolah se-Desa Kutuh, berbagai perlombaan, seminar, talkshow, gathering travel agent dan stakeholder,” ujar Ni Luh Hepi Wiradani.
Ia menambahkan, puncak perayaan festival bertepatan dengan pergantian tahun yang akan dimeriahkan oleh penampilan artis lokal. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun BUMDA Kutuh yang ke-11, sebagai pengelola utama DTW Pantai Pandawa.
Kehadiran berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pandawa selama masa libur akhir tahun. Selain itu, festival ini juga menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat lokal untuk menampilkan potensi seni dan budaya yang dimiliki.
Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, yang hadir pada pembukaan menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi pengelola Pantai Pandawa dan Desa Adat Kutuh yang secara rutin menyelenggarakan Festival Pandawa setiap tahunnya. Ia menilai kegiatan ini memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Badung.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan terhadap pelaksanaan Festival Pandawa yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Menurut Wayan Adi Arnawa, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal Bali. Ia menegaskan bahwa pariwisata Bali memiliki kekuatan utama pada sektor budaya, sehingga kegiatan seperti Festival Pandawa dinilai sejalan dengan konsep pariwisata budaya yang selama ini dikembangkan.
Ia juga menilai langkah Desa Adat Kutuh dan pengelola DTW Pantai Pandawa sangat tepat, karena selain mempromosikan destinasi, kegiatan event yang digelar secara rutin setiap tahun mampu menarik perhatian wisatawan untuk terus datang dan mengenal lebih dekat potensi Pantai Pandawa.
Penyelenggaraan event secara berkala dinilai mampu menciptakan daya tarik tersendiri, sekaligus memperkuat citra Pantai Pandawa sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan seni dan budaya.
Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh, I Nyoman Mesir, menyampaikan bahwa Festival Pandawa akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pengembangan pariwisata dan promosi destinasi. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan hasil dari kreativitas masyarakat Desa Kutuh yang sejak awal berperan aktif dalam pengembangan Pantai Pandawa.
Ia berharap adanya dukungan dan pembinaan berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung maupun Provinsi Bali agar pengelolaan DTW Pantai Pandawa dapat terus berbenah dan berkembang. “Kalau tidak berbenah tentu akan repot, mengingat pengembangan Pantai Pandawa memang berawal dari kreativitas masyarakat Kutuh,” ujarnya.
Mesir juga menyampaikan harapannya agar instansi terkait dapat terus mendorong inovasi dan kreativitas dalam pengembangan daya tarik wisata di wilayah Badung, sehingga mampu bersaing dan tetap relevan dengan perkembangan pariwisata.
Pembukaan Festival Pandawa ke-14 ditandai dengan pementasan sendratari kolosal berjudul Abiyoga Wijaya. Pertunjukan ini dibawakan oleh Himpunan Seni Desa Adat Kutuh dan melibatkan puluhan seniman lokal.
Sendratari kolosal tersebut menjadi simbol pembuka rangkaian kegiatan festival, sekaligus menegaskan komitmen Desa Adat Kutuh dalam melestarikan seni pertunjukan tradisional Bali.
Dengan digelarnya Festival Pandawa ke-14, diharapkan kawasan Pantai Pandawa semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang mengedepankan kolaborasi antara alam, budaya, dan peran aktif masyarakat lokal dalam pengelolaannya. (MBP)