Forkom Swakola Sampah Bali Kembali Lakukan Aksi Damai, Tuntut Tiga Point
Koordinator aksi damai Forkom Swakelola Sampah Bali saat menyampaikan aspirasinya.
DENPASAR – baliprawara.com
Forkom Swakelola Sampah Bali kembali melakukan aksi damai, Kamis 16 April 2026. Sebelum menunju kawasan Niti Mandala Renon, mereka terlebih dulu berkumpul di Serangan. Iring-iringan truk menunju Niti Mandala Renon dikawal petugas dan tiba sekitar pukul 10.30 Wita.
Para sopir truk diarahkan memarkirkan kendaraannya di beberapa ruas jalan di sekitar Kantor Gubernur Bali. Kemudian mereka merapat ke depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra di Jalan Niti Mandala Renon untuk menyampaikan aspirasi.
Para peserta aksi damai diterima Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar Jaya Negara dan Bupati Badung Adi Arnawa dan Kapolda Bali serta Kapolresta Denpasar.
Ketua Forkom Swakola Sampah Bali Wayan Suarta mengatakan sekitar 400 unit truk dikerahkan dalam unjuk rasa kali ini ke Niti Mandala Renon.
Sebelum menyampaikan aspirasi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang menyampaikan sambutan dan mengapresiasi Forkom Swakelola Sampah Bali yang tetap menjaga keamanan selama melakukan aksi damai, dari Serangan sampai di Niti Mandala Renon.
Kemudian, Ketua Forkom Swakola Sampah Bali I Wayan Suarta selaku koordinator aksi damai membacakan tuntutan aksi damai.
Tiga point yang menjadi tuntutan. Pertama, TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan buangan sampah dengan tetap melakukan revitalisasi sampah fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) beroperasi. Kedua, memohon kepada Presiden RI berkenan turun tangan untuk menyelesaikan polemik sampah di Bali. Ketiga, jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka mereka akan mogok massal mengangkut sampah.
Selanjutnya, sepuluh perwakilan Forkom Swakelola Sampah Bali diterima Gubernur Bali di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali Nusra. (MBP2)