Gerak Cepat Pemkab Tabanan Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Marga
Pemkab Tabanan Gerak Cepat Tangani Dampak Bencana Cuaca Ekstrem di Kecamatan Marga.(Ist)
TABANAN, – baliprawara.com
Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menangani dampak bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Rabu, 21 Januari 2025. Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga turun langsung ke lokasi terdampak bersama jajaran TNI, Polri, DPRD, serta instansi terkait.
Peninjauan diawali di Banjar Denuma, Desa Kukuh, menyusul adanya gorong-gorong sungai yang tersumbat hingga menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, lokasi kejadian tragis akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik.
Bencana tersebut menyebabkan seorang ibu dan anaknya terseret arus banjir dan hingga kini masih dalam pencarian. Peristiwa terjadi pada subuh hari akibat longsornya senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter yang menutup saluran irigasi, sehingga air meluap deras dan masuk ke rumah kontrakan korban.
Korban diketahui bernama Yuliana Da Costa Makun (30) dan anaknya Audrey Natania Banafanu (1,5). Sementara suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan menjalani perawatan di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka berhasil selamat. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, PMI, bersama masyarakat masih melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Wabup Dirga menyampaikan pesan Bupati Tabanan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan dampak bencana. “Pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait akan membantu korban. Dinas teknis sudah turun untuk melakukan penanganan dan pendataan kerugian,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Pemerintah desa diminta aktif memantau wilayah rawan dan segera melaporkan potensi bahaya yang tidak bisa ditangani di tingkat desa.
Selain itu, Dirga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air, karena dapat memperparah dampak banjir. “Mari bersama menjaga lingkungan demi keselamatan kita semua,” pungkasnya.(MBP/r)