Gita Safira Rilis Single Perdana “Rajin Pangkal Pandai”, Angkat Pesan Pentingnya Pendidikan dan Disiplin Sejak Dini

 Gita Safira Rilis Single Perdana “Rajin Pangkal Pandai”, Angkat Pesan Pentingnya Pendidikan dan Disiplin Sejak Dini

Gita Safira saat shooting video klip lagu Rajin Pangkal Pandai. (ist)

GIANYAR – baliprawara.com
Sebuah karya lagu berbahasa Bali berjudul “Rajin Pangkal Pandai” resmi dirilis pada Minggu 18 Januari 2026, di channel Youtube Gita Safira Official atau di link https://youtu.be/84RVPKo5xNA?si=NpJwNIIwod0f797J. Single perdana dari penyanyi cilik, Gita Safira (Gita) yang merupakan personel grup vokal 5UARA (Lima Suara) ini, dihadirkan sebagai lagu edukatif yang mengangkat pesan tentang pentingnya belajar, kedisiplinan, serta semangat meraih prestasi sejak usia dini.

Lagu ciptaan Dek Artha sekaligus sebagai arranger ini, menggambarkan sosok anak dengan semangat belajar tinggi. Pada bagian awal, diceritakan seorang anak yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, bahkan digambarkan selalu berada di peringkat satu di kelas. Sosok ibu juga dihadirkan dalam lirik sebagai figur yang memberi perhatian dan harapan terhadap masa depan anaknya.

Menurut Gede Mahaputra selaku Manajer Gita Safira, pesan yang disampaikan tidak hanya menyoroti prestasi akademik, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang memengaruhi hasil belajar. “Penggunaan gawai secara berlebihan juga diibaratkan sebagai hal yang dapat mengganggu proses belajar apabila tidak dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, kesungguhan dalam belajar diyakini akan membawa hasil yang baik,” katanya.

Pada bait pertama lagu Rajin Pangkal Pandai ini, menekankan bahwa keberhasilan dalam pendidikan tidak datang secara instan, melainkan melalui usaha dan fokus yang konsisten. Kalimat-kalimat dalam bahasa Bali yang digunakan menggambarkan suasana belajar yang dekat dengan realitas kehidupan anak sekolah, sehingga mudah diterima oleh pendengar.

Pada bait kedua, lagu ini menegaskan kembali prinsip lama yang masih relevan hingga kini, yakni melalui pepatah, rajin pangkal pandai. Tidak ada istilah bersantai secara berlebihan ketika tanggung jawab utama sebagai pelajar belum terpenuhi. Bahkan pada masa liburan atau hari libur mingguan, lirik lagu tetap mengingatkan bahwa waktu bermain sebaiknya datang setelah kewajiban belajar dilaksanakan.

See also  Seri Pamungkas, Astra Honda Racing School Mantapkan Bekal 16 Pebalap Belia

Bagian reff lagu menjadi inti pesan yang ingin disampaikan. Disebutkan bahwa ketika seseorang telah memiliki modal kepandaian, maka cita-cita akan lebih mudah dicapai. Sebaliknya, kemalasan sejak usia sekolah digambarkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kehidupan di masa depan. Pesan ini disampaikan secara lugas tanpa kesan menggurui, sehingga dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Selain itu, lagu ini juga menekankan keseimbangan antara belajar dan bermain. Bermain tidak sepenuhnya dilarang, namun ditempatkan sebagai aktivitas pendukung setelah kewajiban utama terpenuhi. Pendidikan tetap diposisikan sebagai hal nomor satu yang akan menentukan arah dan kualitas masa depan seseorang.

Penggunaan bahasa Bali dalam lirik “Rajin Pangkal Pandai” turut menjadi nilai tambah. Selain menyampaikan pesan moral dan edukasi, lagu ini juga berperan dalam pelestarian bahasa daerah. Pilihan diksi yang sederhana membuat lagu ini mudah dipahami oleh anak-anak, sekaligus relevan bagi orang tua dan pendidik.

Secara keseluruhan, “Rajin Pangkal Pandai” dapat dipahami sebagai karya edukatif yang mengajak generasi muda untuk lebih menghargai proses belajar. (MBP)

 

redaksi

Related post