Gubernur Koster Berharap Petruk Dilibatkan Dalam Drama Gong Lawas di PKB
Gubernur Bali Wayan Koster
DENPASAR – baliprawara.com
Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara merespons viralnya wacana pemain drama gong legend, “Petruk” Subrata di medsos. Di medsos ramai diungkap bahwa Petruk dilarang pentas di PKB ke-47 lantaran leluconnya selama ini dinilai tak elok dan kemudian dihubung-hubungkan dengan politik.
Saat memberi arahan pada rapat pleno persiapan PKB ke-47, Kamis (5/6), Gubernur Koster mengaku terkejut ada berita viral bahwa Petruk tidak bisa tampil di PKB ke-47 bersama Paguyuban Drama Gong Lawas.
Bahkan, banyak yang menuduh dirinya sebagai Gubernur Bali yang melarang Petruk tampil di PKB.
Gubernur Koster tegas mengatakan tak ada melarang Petruk tampil di PKB. Bahkan ia mengecek Disbud kenapa Petruk tak bisa tampil, katanya ada masukan dari kuratornya, agar seniman tampal tidak menyuguhkan lelucon jorok dan kasar.
Karena itu, Gubernur Koster meminta hal ini segera diselesaikan agar tidak digulirkan menjadi isu yang membias, dikait-kaitkan dengan politik. Apalagi, pemilihan Gubernur Bali sudah selesai. Sudah tak lagi memikirkan itu pendukung ini. Ini pendukung itu.
Karenanya Koster minta hal ini diklirkan agar tidak menimbulkan bias politik. Jangan sampai pihaknya kena tuduhan.
Bagi Koster, Petruk salah satu pemain drama gong legend yang menjadi favorit sejak dulu. Ia pun mengakui Petruk sering menampilkan lelucon nyeletuk ke arah kata kasar dan jorok.
Namun, Gubernur asal Sembiran Buleleng ini memahami hal tersebut karena sudah menjadi ciri khasnya. Karena itu, Koster minta tim kurator mempertimbangkan hal ini. Kalau memang bagus tampilkan saja, namun kasi tahu jangan terlalu jorok-jorok atau kasar.
Koster pun meminta agar tim kurator membicarakan hal ini dengan baik-baik kepada Petruk agar bisa tampil di PKB untuk menghibur masyarakat Bali. Pihaknya tak ingin sampai ada pekrimik dalam hajatan PKB.
Sementara itu, tim kurator PKB 2025 Prof. Bandem dan Prof. Wayan Dibia menegaskan bahwa tim kurator tidak pernah melarang seniman tampil di PKB. Namun, sebagai wadah pelestarian dan pengembangan kesenian, tim kurator selalu membuat indikator agar kesenian yang ditampilkan memiliki hiburan yang sehat, baik, menyenangkan dan memberikan tuntunan serta sesuai dengan tema PKB. Karena itu
fenomena kesenian jaruh dan kasar tak ditampilkan dalam PKB.
“Seniman itu berperan sebagai guru loka. Karena itu selain menghibur juga memberi tuntunan, ” tambah Prof. Dibia. (MBP2)