Gubernur Koster Minta Pusat Fasilitasi Kepulangan Ratusan Buruh Bangunan

 Gubernur Koster Minta Pusat Fasilitasi Kepulangan Ratusan Buruh Bangunan

Gubernur Bali Wayan Koster.

DENPASAR – baliprawara.com

Pembatasan mobilitas penduduk antardaerah dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru di bidang sosial dan ekonomi. Seperti di Bali, saat ini terdapat hampir seribu orang warga luar daerah yang sudah tak punya pekerjaan dan tempat tinggal. Mereka sebagian besar berprofesi sebagai tukang atau buruh bangunan.

Dalam rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional via video conference, Minggu (3/5), Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, semua warga luar daerah yang sudah tak punya pekerjaan dan tempat tinggal tersebut sudah mengantongi surat dari gugus tugas Provinsi Bali.

Gubernur berharap mereka diizinkan pulang ke daerah masing-masing. “Kami mohon bantuan dan fasilitasi berkenaan dengan imbauan warga yang mudik. Karena ada kasus di Bali ada warga luar daerah yang berprofesi sebagai tukang, dan lain-lain yang jumlahnya hampir 1000 orang, yang sudah tidak ada pekerjaan dan tidak ada tempat tinggal. Sebaiknya diberikan izin untuk pulang ke daerahnya,” katanya.

Sedangkan terkait pergerakan masyarakat di Bali, Koster menyatakan, di desa-desa adat karena aturannya sangat ketat, pergerakannya tidak sampai 10 persen. “Hanya di kota Denpasar yang agak ramai. Namun kami terus perketat agar pergerakannya semakin menurun,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo menyatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak pelabuhan di Jawa Timur agar nasib para pekerja di Bali yang akan kembali ke daerahnya bisa difasilitasi dan tidak lama terkatung-katung. (MBP9)

See also  Pelantikan Pengurus Lamaholot Bali, Momentum Mengenang Almarhum Frans Lebu Raya dan Bencana Banjir Larantuka

prawarautama

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *