I Ketut Murtana, S.Sn. Terima Penghargaan “Jayaning Singasana Nugraha” di Bidang Seni Tari ‎

 I Ketut Murtana, S.Sn. Terima Penghargaan “Jayaning Singasana Nugraha” di Bidang Seni Tari  ‎

I Ketut Murtana (dua dari kiri) saat menerima penghargaan seni yang diserahkan Kadis Kebudayaan Tabanan, Senin (15/12/2025).

TABANAN – baliprawara.com
‎‎Seniman I Ketut Murtana, S.Sn. asal Tempek Tampakkarang, Banjar/Desa Apuan, Kecamatan Baturiti Tabanan, menerima penghargaan “Jayaning Singasana Nugraha” di bidang Seni Tari Topeng dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Penghargaan itu diberikan kepada Murtana karena dinilai berprestasi atau berkontribusi luar biasa dalam Pemajuan Kebudayaan tahun 2025.

‎Bendesa Adat Apuan yang seniman multitalenta ini meraih penghargaan seni dari Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama  seniman lainnya dari sembilan kecamatan  di Kabupaten Tabanan.
‎Penghargaan seni itu diserahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Made Subagia, S.Pi., M.M. didampingi Kabid Kesenian I Wayan Juana, S.Sn. (Dadong Rerod), Senin 15 Desember 2025 di ruang rapat Kantor MDA Tabanan.

I Ketut Murtana


‎Terkait penghargaan Jayaning Singasana Nugraha yang diterimanya, I Ketut Murtana menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas perhatiannya terhadap para seniman Tabanan.
‎Ia berharap seniman pendahulu maupun seniman berikutnya bersama-sama mewujudkan maha karya seni, khususnya di Tabanan. “Seniman dibidang apa pun itu, mari kita pelihara dan lestarikan seni dengan sebaik-sebaiknya,” ujar Murtana.

Keluarga Seniman

‎Murtana, ayah dua putra ini merupakan lulusan  ISI Denpasar (kini ISI Bali) yang memiliki bakat seni sejak kecil.
‎Lahir dari keluarga seniman, ayahnya alm I Made Giri adalah seorang dalang wayang kulit tersohor pada zamannya.  Ibunya, Ni Wayan Satra semasa muda adalah seorang penari. Kakak kandungnya, Ni Wayan Rasiani, adalah dalang wayang kulit wanita dan pensiunan guru sekolah seni, jebolan STSI Denpasar (ISI Bali).  Adiknya, Wayan Brata Sena juga seniman pedalangan lulusan ISI Denpasar.  Adik bungsunya Made Gunawan seorang perupa ternama, juga lulusan ISI Bali. Kemudian istri Murtana Ni Made Rasmini juga penari berbakat. Putra pertamanya, Putu Panji Astaguna juga tertarik pada dunia seni. Putra keduanya, I Made Dwija Tama saat ini kuliah semester III di Jurusan Pedalangan ISI Bali. Jadi, komplitlah keluarga Murtana semuanya berdarah seni.

‎Selain menguasai seni pedalangan, Murtana juga piawai melukis dan penari Topeng.  Di sela-sela kesibukannya sebagai Bendesa Adat, Murtana juga aktif menjalani aktivitas seninya. Bahkan, pemilik Sanggar Seni Ganda Wangi ini sering ngayah menari Topeng Wali untuk kepentingan upakara yadnya. (MBP2)


See also  Perbaikan Irigasi Teknis Dorong Optimasi Pertanian di Tabanan

Redaksi

Related post