Indonesian International Cocoa Conference 2023, Bangun Sinergi dan Kolaborasi Menjawab Tantangan di Masa Depan

 Indonesian International Cocoa Conference 2023, Bangun Sinergi dan Kolaborasi Menjawab Tantangan di Masa Depan

Ketua Umum DPP ASKINDO, Arief Susanto, (dua kiri) memberikan keterangan pers, usai pembukaan Indonesian International Cocoa Conference 2023, Kamis 14 September 2023, di Nusa Dua.

MANGUPURA – baliprawara.com

Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO) sebagai asosiasi yang menaungi berbagai pemangku kepentingan di sektor kakao dan cokelat, kembali menghadirkan the 8th Indonesian International Cocoa Conference dan Dinner 2023. Pertemuan yang digelar selama 2 hari, 14-15 September 2023 di Nusa Dua ini, mengangkat tema “Paradigm Shifting: Global Cocoa dan Supply Chain through Innovation, Growth, and Sustainability”. Konferensi internasional ini dihadiri lebih dari 400 pegiat kakao dan cokelat dari 16 negara. 

Yang mana, melalui konferensi ini,  diharapkan dapat membangun sinergi dan kolaborasi antar insan kakao dan cokelat. Terutama untuk mendorong terciptanya inovasi dan menghadirkan terobosan baru untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor kakao dan cokelat melalui-hilirisasi dan menjawab tantangan di masa yang akan datang terutama untuk produk-produk yang berkelanjutan. 

Sektor kakao dan cokelat di Indonesia telah menunjukan ketangguhan dalam proses pemulihan dari berbagai tantangan dan gangguan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Bahkan sektor kakao dan cokelat, merupakan salah satu sektor utama yang berkontribusi penting terhadap pertumbuhan industri makanan dan minuman secara global. 

Menurut Arief Susanto, Ketua Umum DPP ASKINDO, di Indonesia, tantangan terbesar adalah bagaimana meningkatkan produksi biji kakao yang akan diserap secara langsung oleh industri pengolahan kakao serta industri cokelat artisan dan craft melalui produk-produk yang berkelanjutan. Penguatan program hilirisasi di sektor kakao kata dia, akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. 

“Kondisi ini memerlukan komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk bekerjasama dalam meningkatkan produktivitas kakao yang akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta pada akhirnya memperkuat industri hilir sektor kakao yang sudah ada dan akan selalu berkembang,” katanya.

See also  Ketua AMSI Bali Ajak Mahasiswa Manfaatkan Media Massa Sebagai Wadah Penyaluran Aspirasi

Tentu kata dia, menjadi sebuah kebanggaan bagi ASKINDO dapat kembali menghadirkan pegiat dan insan kakao dari seluruh penjuru dunia dalam konferensi pada tahun ini. Hal tersebut menunjukan semangat dari pelaku sektor kakao dan cokelat untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam memajukan industri yang kita cintai ini. 

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sangat luar biasa dari Pemerintah, Organisasi Internasional, dan para pelaku usaha di sektor industri kakao dan cokelat sehingga konferensi pada tahun ini dapat berjalan dengan baik,” ucap Arief Susanto. 

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, yang hadir pada pembukaan konferensi ini mengatakan, ada sesuatu yang dideklarasikan pada konferensi ini. Pertama, pada konferensi ini, diperkenalkan terkait kemampuan dari artisan Indonesia, untuk mengexplore kekayaan dari rasa coklat. Ke depan untuk coklat, pihaknya juga mengatakan agar ada baristanya khusus cokelat. 

“Kita mempunyai 600 rasa cokelat. Ke depan, kalau di kopi ada namanya barista, nanti akan ada barista coklat. Yang masing-masing memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri,” ucapnya, saat memberikan keterangan pers usai pembukaan konferensi.

Lebih lanjut ia menyampaikan, hal itulah sebenarnya milestones atau tonggak sejarah yang dipancarkan pada konferensi ini yang perlu digaungkan. Karena, pertama disamping kekayaan dari masing-masing daerah yang artisannya memiliki kekhasan, tentu itu harus terus didorong, apalagi berkaitan dengan indikasi geografis untuk cokelat. “Itu sangat  penting karena para artisan atau kraft ini, mempunyai kemampuan dan kapabilitas bermitra langsung dengan petani. Bahkan untuk grading cokelat, juga sudah dilakukan oleh para artisan dan craft ini,” ucapnya.

See also  Program "Beli Bali", Kolaborasi Pemda Jabar-Bali Gairahkan Produk UMKM dan Ekraf

Kedepan, pihaknya juga sangat berkeinginan untuk mendorong tumbuhnya Artisan ini, 2 sampai 3 kali lipat dari sekarang. Yang mana, saat ini baru ada sebanyak 31 artisan, dan dalam 3 tahun ke depan, pihaknya menargetkan tumbuh menjadi 120 Artisan. 

Di sela rangkaian konferensi, the 8 Indonesian International Cocoa Conference and Dinner 2023, juga menampilkan pula pameran cokelat craft dan artisan Indonesia yang menghadirkan produk cokelat khas Indonesia yang berasal dari biji kakao yang ditanam dari seluruh penjuru nusantara. (MBP1)

 

redaksi

Related post