Izin Pipa Bawah Laut Belum Keluar, PDAM Siapkan Alternatif Pasok Air Bersih ke Badung Selatan

 Izin Pipa Bawah Laut Belum Keluar, PDAM Siapkan Alternatif Pasok Air Bersih ke Badung Selatan

Pipa milik PDAM Badung di bawah exit Tol Bali Mandara, Nusa Dua.

MANGUPURA – baliprawara.com
Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung menyiapkan langkah alternatif di tengah proses pemasangan pipa air bersih bawah laut di kawasan Tol Bali Mandara yang masih menunggu perizinan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih ke wilayah Badung Selatan, khususnya Nusa Dua dan sekitarnya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa, menyampaikan bahwa proyek pipa bawah laut tersebut merupakan infrastruktur strategis untuk memperkuat distribusi air bersih. Sejumlah tahapan awal telah dilalui, mulai dari identifikasi lapangan di titik landing point hingga survei kelautan untuk memastikan jalur pipa aman dan sesuai standar teknis.

Identifikasi dilakukan di Exit Tol Nusa Dua serta area Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuari. Setelah itu, tim teknis melaksanakan marine survey guna memetakan kondisi dasar laut, arus, dan potensi risiko yang dapat memengaruhi proses pemasangan pipa.

Suyasa menjelaskan bahwa pipa bawah laut ini dirancang memiliki kapasitas aliran hingga 350 liter per detik. Pasokan air tersebut akan mengandalkan Sistem V IPA Estuari untuk melayani kawasan Nusa Dua, sehingga Sistem IV dapat difokuskan melayani wilayah Pecatu dan sekitarnya.

Dari sisi teknis, pekerjaan pemasangan pipa terus berjalan secara bertahap. Untuk jalur dari arah selatan, metode Horizontal Directional Drilling (HDD) telah mencapai panjang sekitar 230 meter dan berada pada tahap reamer. Sementara dari arah utara, pekerjaan HDD telah mencapai sekitar 216 meter.

Selain itu, penanaman pipa di kawasan Tahura Estuari telah mencapai panjang kurang lebih 504 meter. Namun, pekerjaan pemasangan pipa di laut belum dapat dilanjutkan sepenuhnya karena masih menunggu izin dari Kementerian Kelautan.

Suyasa menyebutkan bahwa secara teknis tidak terdapat kendala berarti. Tantangan utama justru berada pada proses perizinan dan koordinasi lintas instansi, mengingat jalur pipa berada di kawasan strategis dan bersinggungan dengan berbagai infrastruktur vital, termasuk jaringan Pertamina, PLN, Telkom, fiber optik, serta area bandara.

See also  Tingkatkan Pelayanan kepada Konsumen, PDAM Badung Efektifkan Layanan "One Day Service"

Proses perizinan tersebut melibatkan banyak pihak dan memerlukan persetujuan detail. Bahkan, puluhan instansi sempat turun langsung ke lapangan untuk memastikan rencana pemasangan tidak mengganggu infrastruktur yang sudah ada.

Sambil menunggu kelengkapan izin, Perumda Air Minum Tirta Mangutama menyiapkan rencana cadangan berupa pengadaan sistem perpompaan. Investasi yang disiapkan hampir Rp16 miliar untuk empat unit pompa lengkap dengan jaringan pendukung.

Dengan sistem pompa tersebut, distribusi air bersih sebesar 70 liter per detik sudah dapat dilakukan. Kapasitas ini akan terus disesuaikan dengan pertumbuhan penduduk serta perkembangan kawasan permukiman di Badung Selatan. (MBP)

 

redaksi

Related post