Kadisbud Bali Ida Bagus Alit Suryana: Diberi Kepercayaan, Dijawab Tanggung Jawab
Ida Bagus Alit Suryana
DENPASAR – baliprawara.com
Posisi jabatan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang sempat diisi Plt., kini sudah ditempati pejabat definitif. Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag.,M.Si. yang sebelumnya Kabid Tradisi dan Warisan Budaya pada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, diberikan kepercayaan sebagai Kadisbud Bali menggantikan Prof. Dr. Arya Sugiarta, yang kembali mengemban tugas di kampus ISI Bali.
Ida Bagus Alit Suryana dilantik Gubernur Bali Wayan Koster bersama sejumlah Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/2/2025).
Dihubungi baliprawara.com Rabu (4/2), ayah dua putra asal Griya Sunya Negara, Banjar Sakah Pemogan Denpasar ini menyampaikan “paramasuksma” ke hadapan Hyang Widi Wasa, dan menyatakan rasa gembira atas kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur Bali tersebut. Kepercayaan itu tentu akan dijawab dengan tanggung jawab, dalam menjalankan tugas penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.
Lulusan Sarjana Agama dan Magister Unhi Denpasar ini menegaskan, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali memiliki tupoksi dalam upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali. Sebagai hulu pembangunan Bali, kebudayaan mesti dikawal bersama-sama. Dalam konteks itu Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bekerjasama dengan para akademisi, seniman, budayawan, masyarakat dan Majelis Kebudayaan Bali serta stakeholder lainnya.
”Melalui Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) kita melakukan penguatan dan pemajuan kebudaya Bali. Seni tradisi dilestarikan lewat PKB, sedangkan seni kontemporer atau modern dikembangkan lewat FSBJ. Kesenian tradisi yang ditampilkan dalam PKB, tentu puncak-puncaknya seni. Seni yang berkualitas dan sesuai tema,” ujar Ida Bagus Alit Suryana.
Kemudian, yang tak kalah penting, dalam ajang pesta seni tahunan itu persoalan sampah mesti menjadi perhatian bersama. Pun, kegiatan berkesenian juga mesti mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat peduli terhadap lingkungan dengan tidak mengotorinya dengan sampah. (MBP2)