Kinerja Ekonomi Bali 2025: Cermin Pembangunan yang Terarah

 Kinerja Ekonomi Bali 2025:  Cermin Pembangunan yang Terarah

Kunjungan wisman meningkat, berdampak signifikan pada perputaran ekonomi Bali.

Oleh: Prof. Dr. IB Raka Suardana, S.E.,M.M.

KINERJA ekonomi Bali sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan dan menjadi bukti nyata keberhasilan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang diumumkan pada 5 Februari 2026, perekonomian Bali tumbuh sebesar 5,82 % secara tahunan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional dan menegaskan bahwa Bali tidak hanya bangkit dari tekanan pandemi, tetapi juga melaju dengan arah pembangunan yang semakin jelas dan konsisten.

Capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Bali Dr. Wayan Koster, M.M, yang sejak awal menempatkan pembangunan Bali dalam kerangka visi besar Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi itu menekankan pembangunan yang menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan budaya Bali sebagai satu kesatuan. Pendekatan pembangunan yang terarah ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi tanpa mengorbankan jati diri Bali. Sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi Bali kembali tumbuh kuat, terutama pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, serta jasa-jasa pendukung lainnya.

Kunjungan Wisman Meningkat
Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisman ke Bali mencapai sekitar 6,9 juta kunjungan, melampaui capaian sebelum pandemi. Pergerakan wisatawan nusantara juga meningkat signifikan, sehingga perputaran ekonomi di tingkat lokal kembali hidup. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku pariwisata dan ekonomi rakyat, mulai dari hotel, restoran, pemandu wisata, transportasi, hingga UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya Bali. Hal itu menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata Bali tak hanya berorientasi pada angka kunjungan, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan manfaat ekonomi.

Keberhasilan Ekonomi
Keberhasilan ekonomi Bali pada tahun 2025 juga tercermin dari indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan Bali pada September 2025 tercatat sebesar 3,42 persen, yang merupakan angka terendah sepanjang sejarah dan terendah secara nasional. Penurunan kemiskinan itu mencerminkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi bersifat inklusif dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara luas. Lapangan kerja kembali terbuka, daya beli masyarakat menguat, dan aktivitas ekonomi di desa-desa wisata semakin berkembang.
Stabilitas inflasi yang terjaga sepanjang 2025 turut memperkuat fondasi ekonomi Bali. Stabilnya harga-harga kebutuhan pokok menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi berdampak positif pada penerimaan daerah, khususnya dari Pajak Hotel dan Restoran yang menjadi tulang punggung pendapatan kabupaten dan kota di Bali.

See also  Solusi Gubernur Koster Kembalikan Situasi Normal di Ungasan, BAST Akses Jalan GWK Disepakati Pemkab Badung dan GWK

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Bali pada tahun 2025 merupakan refleksi dari pembangunan yang terarah, konsisten, dan berlandaskan nilai-nilai lokal di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Simpulannya, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali tak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi telah terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, menurunkan kemiskinan, serta memperkuat fondasi pembangunan Bali yg berkelanjutan dan bermartabat.(*)

Redaksi

Related post