Kunjungan ke Festival Tanah Lot ke-6 Lampaui Target

 Kunjungan ke Festival Tanah Lot ke-6 Lampaui Target

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos.., pada penutupan Tanah Lot Art & Food Festival ke-6.

TABANAN – baliprawara.com
Tanah Lot Art & Food Festival ke-6 tahun 2025, yang digelar di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, resmi ditutup, Minggu 24 Agustus 2025. Festival yang digelar sejak Jumat 22 Agustus 2025 ini, tak hanya menjadi perhatian wisatawan lokal, namun juga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Dengan melibatkan UMKM, seniman lokal, dan kelompok masyarakat, tentu ajang ini juga berdampak pada perputaran ekonomi di sekitar kawasan Tanah Lot. Yang mana pada festival tahun ini, juga melibatkan sebanyak 37 stan UMKM.

Menurut Manager DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, transaksi dari 37 stan UMKM ini juga sangat bagus. Pada hari pertama saja, perputaran transaksi mencapai Rp 50 juta hanya dalam setengah hari. Sementara selama tiga hari pelaksanaan festival, jumlah perputaran uang mencapai Rp 300–400 juta per hari.

Dari penuturan pedagang, dengan tingginya angkA kunjungan, juga berdampak pada stand kuliner. Bahkan dengan banyaknya pengunjung, beberapa stan makanan sampai kehabisan dagangan, hingga harus menambah stok dua kali lipat.

Ia optimis hingga hari terakhir pergelaran festival pada Senin 25 Agustus 2025, total perputaran transaksi bisa menembus angka Rp 1 miliar. “Selama tiga hari festival, perputaran uang mencapai Rp 300–400 juta per hari,” ujarnya.

Selain dampak ekonomi yang signifikan, jumlah kunjungan ke DTW Tanah Lot juga melonjak. Menurut Sudiana, ajang pentas seni budaya ini mendapat sambutan luar biasa dari wisatawan. Bahkan jumlah kunjungan berbayar untuk wisatawan jumlahnya juga cukup banyak. Pada Sabtu 23 Agustus 2025, jumlah pengunjung berbayar mencapai 4.700 orang.

Sedangkan jika diakumulasikan, selama 3 hari pelaksanaan festival, jumlah pengunjung berbayar yang tercatat mencapai sebanyak 20 ribu orang. Namun apabila jumlah pengunjung berbayar ditambah dengan pengunjung tanpa tiket masuk, jumlahnya diperkirakan lebih dari 30 ribu orang setiap harinya.

See also  Ungkap Jika Pemimpin Kreatif Mampu Motivasi Pegawai, Sara Mandiyasa Raih Gelar Doktor Manajemen

Dari jumlah itu, wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan hingga mencapai 60 persen dan sisanya dari mancanegara. Untuk jumlah pengunjung selama pelaksanaan festival, ternyata sudah melampaui target panitia yang menargetkan 20 ribu pengunjung per hari.

“Wisatawan domestik masih mendominasi dengan 60 persen, sedangkan mancanegara 40 persen,” ungkap Sudiana, sembari mengatakan kalau peningkatan jumlah kunjungan ini tidak hanya karena festival, namun memang karena saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke Bali juga meningkat.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival ini. Menurutnya Festival Tanah Lot ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang rekonstruksi budaya dan kuliner khas Bali. Ia berharap festival Tanah Lot ke depan semakin inovatif.m, dengan menampilkan budaya dari 133 desa adat di Tabanan. (MBP)

 

redaksi

Related post