Kunjungan Naik, Pengelola Pantai Melasti Manfaatkan Low Season untuk Percantik Kawasan

 Kunjungan Naik, Pengelola Pantai Melasti Manfaatkan Low Season untuk Percantik Kawasan

Pengelola pantai Melasti, terus melakukan penataan untuk mempercantik kawasan.

MANGUPURA – baliprawara.com
Kawasan wisata Pantai Melasti di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, memilih mengambil langkah strategis di tengah tren penurunan kunjungan akibat musim hujan dan momentum bulan puasa. Pengelola justru memanfaatkan periode low season untuk melakukan penataan dan mempercantik sejumlah sudut pantai.

Upaya pembenahan ini dilakukan setelah data kunjungan sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup positif dibandingkan tahun sebelumnya. Meski saat ini angka kunjungan sedang melandai, secara kumulatif terjadi peningkatan yang dinilai signifikan.

Rata-rata kunjungan harian yang sebelumnya berada di kisaran 2.500 orang pada 2024, meningkat sekitar 2.700 orang per hari di 2025. Lonjakan tersebut menjadi dasar pengelola untuk terus memperkuat daya tarik kawasan wisata ini.

Ketua Pengelola Pantai Melasti, Wayan Karnawa, menyebutkan bahwa kenaikan kunjungan sekitar 7 persen tersebut lebih banyak didorong oleh wisatawan mancanegara. “Peningkatan sekitar 7 persen itu lebih banyak disumbang wisatawan asing,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

Meski terjadi peningkatan dari pasar internasional, komposisi pengunjung Pantai Melasti masih didominasi wisatawan domestik. Sekitar 65 persen wisatawan yang datang merupakan turis dalam negeri, sedangkan 35 persen lainnya adalah wisatawan mancanegara.

Untuk pasar asing, kunjungan terbanyak tercatat berasal dari Australia, India, dan Swiss. Ketiga negara tersebut menjadi penyumbang utama peningkatan jumlah wisatawan asing sepanjang awal 2025.

Lonjakan kunjungan sempat terlihat cukup signifikan ketika libur Imlek. Dalam kurun dua hingga tiga hari masa perayaan, jumlah pengunjung yang biasanya berkisar 3.000 orang per hari melonjak drastis hingga mencapai 7.000 orang.

Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Tiga hari pasca-Imlek, angka kunjungan mengalami penurunan tajam hingga sekitar 50 persen. Bahkan, berdasarkan data terakhir, kunjungan harian sempat menyentuh angka 1.700 orang.

See also  Dianggap Membangkang, DPD PDI Perjuangan Bali Pecat 3 Anggotanya

Menurut Karnawa, kondisi ini tidak lepas dari faktor cuaca serta momentum bulan puasa yang secara umum memang berdampak terhadap pergerakan wisatawan.

Menghadapi situasi tersebut, pengelola Pantai Melasti memilih untuk mengoptimalkan waktu dengan melakukan pembenahan fasilitas. Beberapa titik kawasan mulai ditata ulang agar tampil lebih rapi dan menarik saat kunjungan kembali meningkat.

Di area pintu masuk, pengelola berencana menambah elemen ikon penyambutan berupa patung penari. Nantinya, patung tersebut akan melengkapi patung penari Legong yang telah lebih dulu berdiri sebagai simbol penyambutan wisatawan.

Tak hanya itu, sejumlah spot favorit untuk foto pre-wedding juga ikut direnovasi. Perbaikan dilakukan pada bagian atap, serta penataan ulang taman di sisi pantai yang berada dekat gapura candi hitam.
“Di musim hujan ini kami fokus perawatan dan pengembangan fasilitas. Mudah-mudahan saat Ramadan selesai, kawasan sudah lebih rapi dan siap menyambut peningkatan kunjungan,” harapnya.

Selain pembenahan fisik kawasan, pengelola juga menaruh perhatian pada penguatan atraksi budaya. Hingga kini, pementasan Tari Kecak masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Melasti.

Ke depan, pengelola merencanakan adanya hiburan pembuka sebelum pertunjukan Kecak dimulai. Wisatawan akan disuguhkan alunan musik Rindik sebagai sajian awal sekaligus bagian dari upaya pelestarian seni tradisional Bali.

Tidak hanya itu, terdapat pula wacana kolaborasi Tari Kecak dengan tarian lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi seni budaya desa sekaligus memberikan variasi pertunjukan bagi wisatawan.

Di tengah peningkatan kunjungan tahunan, pengelola memastikan belum ada rencana kenaikan tarif masuk dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini masih pada penataan dan peningkatan kualitas kawasan wisata.
“Belum (peningkatan harga tiket, red). Kita fokus dulu penataan kawasan. Ketika kawasan sudah ditata bagus, baru nanti kita planningnya untuk peningkatan,” terangnya.

See also  Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

Ia juga berharap adanya dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah, khususnya terkait rencana pembangunan jalan melingkar di Kuta Selatan serta pelebaran akses jalan menuju kawasan tersebut. Hal ini dinilai penting untuk mengurai persoalan kemacetan yang kerap dikeluhkan oleh travel agent maupun pemandu wisata.

Sebagai informasi, tarif masuk ke Pantai Melasti saat ini masih tergolong terjangkau. Untuk wisatawan domestik, tiket dewasa dikenakan biaya Rp 8.000, sedangkan anak-anak Rp 2.000. Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 bagi anak-anak. Adapun biaya parkir kendaraan juga tetap, yakni Rp 2.000 untuk sepeda motor, Rp 5.000 untuk mobil, dan Rp 10.000 untuk bus. (MBP)

 

redaksi

Related post