Kunjungan Wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan Meningkat Signifikan Usai Nyepi dan Libur Lebaran
Suasana kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan, Senin 23 Maret 2026 saat libur Lebaran.
TABANAN – baliprawara.com
Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kabupaten Tabanan, mencatat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup signifikan selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan saat Lebaran 2026. Jika dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelum momen tersebut, lonjakan pengunjung terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir.
Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, mengatakan, sebelumnya rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 600 orang per hari. Angka tersebut menjadi patokan normal sebelum memasuki musim libur panjang yang identik dengan pergerakan wisatawan yang tinggi.
Namun, situasi berubah drastis setelah Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 21. Jumlah wisatawan yang datang mengalami peningkatan tajam dari hari ke hari, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata.
Menurutnya, jumlah kunjungan tercatat mencapai 1.100 orang setelah Nyepi. Angka tersebut kemudian kembali meningkat menjadi 1.600 pengunjung pada hari berikutnya, hingga akhirnya menyentuh angka 1.700 wisatawan dalam satu hari pada Minggu 22 Maret 2026.
Peningkatan ini diperkirakan belum mencapai puncaknya. Sisa masa libur panjang masih memberikan peluang terjadinya lonjakan kunjungan yang lebih tinggi lagi dalam beberapa hari ke depan.
Pengelola optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, terutama menjelang akhir periode liburan. Harapan besar juga disematkan agar angka kunjungan bisa melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Pada Lebaran tahun 2025 lalu, jumlah kunjungan sempat menyentuh angka 2.000 hingga 2.100 wisatawan dalam satu hari. Capaian tersebut menjadi acuan target untuk tahun ini,” katanya saat ditemui, Senin 23 Maret 2026.
Dengan melihat tren peningkatan yang terjadi saat ini, pengelola menargetkan jumlah kunjungan bisa kembali menyentuh angka 2.100 wisatawan seperti tahun sebelumnya.
Pihaknya memperkirakan puncak kunjungan diprediksi akan terjadi menjelang akhir pekan. Tepatnya pada tanggal 27, sehari sebelum hari Minggu tanggal 28, yang diyakini akan menjadi momentum lonjakan wisatawan.
Hal ini berkaitan dengan pola perjalanan masyarakat yang biasanya kembali dari kampung halaman setelah merayakan Lebaran. Dalam perjalanan pulang tersebut, banyak wisatawan yang memilih singgah ke destinasi wisata, termasuk Ulun Danu.
Rute perjalanan dari wilayah Singaraja menjadi salah satu jalur yang diperkirakan akan dilalui wisatawan yang hendak kembali, sehingga meningkatkan potensi kunjungan ke kawasan tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, dari segi komposisi wisatawan, saat ini kunjungan didominasi oleh wisatawan domestik. Sekitar 80 persen pengunjung berasal dari dalam negeri.
Mayoritas wisatawan domestik tersebut berasal dari wilayah Jawa Timur. Hal ini menunjukkan tingginya minat wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu libur panjang di Bali, khususnya di kawasan Ulun Danu.
Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara masih mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini disebut sebagai dampak dari situasi global, termasuk konflik atau perang yang masih berlangsung di beberapa wilayah dunia. Penurunan jumlah wisatawan asing ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi komposisi kunjungan secara keseluruhan.
Selama periode libur Lebaran tahun ini, pengelola tidak menambahkan atraksi khusus di kawasan wisata Ulun Danu. Aktivitas wisata masih berjalan seperti biasa tanpa adanya program tambahan khusus untuk momen tersebut.
Meski demikian, rencana penambahan atraksi wisata sudah disiapkan untuk pertengahan tahun. Hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan di masa mendatang. Sebagai upaya meningkatkan minat kunjungan wisatawan, pengelola akan menggelar event parade gebogan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Kegiatan ini akan menjadi salah satu agenda unggulan yang disiapkan untuk menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Tidak hanya digelar di kawasan Ulun Danu, parade gebogan juga akan diselenggarakan di Blooms Garden. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam dan menarik. (MBP)