Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Capai 1,4 Juta Orang Tahun 2025
Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot.
Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Capai 1,4 Juta Orang Tahun 2025
TABANAN – baliprawara.com
Jumlah kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, tercatat mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Meski begitu, aktivitas wisata di kawasan ikonik Bali tersebut tetap berjalan normal hingga penghujung tahun.
Berdasarkan data pengelola, total kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot selama tahun 2025 mencapai sekitar 1,4 juta orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang menembus 1,7 juta kunjungan wisatawan.
Penurunan ini juga terasa menjelang akhir tahun. Meskipun tidak tergolong signifikan, tren kunjungan wisatawan pada periode akhir Desember 2025 masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya. Namun demikian, suasana kawasan Tanah Lot tetap terlihat ramai oleh wisatawan yang datang dari berbagai daerah dan negara.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengatakan, penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya mencapai sekitar 300 ribu kunjungan. Hal tersebut terjadi meski Tanah Lot masih menjadi salah satu destinasi unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lebih lanjut Toni menjelaskan bahwa pada tahun 2024, total kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot berada di angka sekitar 1,7 juta orang. Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah kunjungan tercatat hanya sekitar 1,4 juta wisatawan. “Jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu, memang terjadi penurunan. Dari sekitar 1,7 juta kunjungan menjadi 1,4 juta kunjungan di tahun 2025, sehingga ada selisih sekitar 300 ribu wisatawan,” ujar Toni dalam keterangannya, Selasa 30 Desember 2025.
Meski terjadi penurunan secara total, komposisi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot pada tahun 2025 masih terbilang seimbang antara wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.
Dari total 1,4 juta kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot selama tahun 2025, Toni menyebutkan bahwa wisatawan domestik masih menjadi penyumbang terbesar. Persentase kunjungan wisatawan domestik mencapai sekitar 52 persen.
Sementara itu, wisatawan mancanegara menyumbang sekitar 48 persen dari total kunjungan. Adapun wisatawan asing yang datang ke Tanah Lot pada tahun 2025 didominasi oleh pelancong asal India, China, dan Prancis.
Menariknya, meskipun jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot mengalami penurunan pada tahun 2025, pendapatan tahunan justru menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Toni mengungkapkan bahwa pendapatan DTW Tanah Lot pada tahun 2025 mencapai lebih dari Rp 72 miliar. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang hanya berada di kisaran Rp 52 miliar.
Menurutnya, peningkatan pendapatan ini dipengaruhi oleh adanya penyesuaian harga tiket masuk yang berlaku di DTW Tanah Lot pada tahun 2025. Selain itu, kontribusi wisatawan mancanegara juga menjadi faktor penting dalam peningkatan pendapatan tersebut.
“Walaupun kunjungan menurun, pendapatan kami justru meningkat. Salah satu faktornya karena adanya kenaikan harga tiket dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025 turut memberikan dampak positif terhadap pendapatan DTW Tanah Lot. Wisatawan asing dinilai memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pemasukan destinasi.
“Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara di tahun 2025 ini menjadi salah satu penyebab pendapatan DTW Tanah Lot meningkat, terutama dari kunjungan wisatawan asal China dan India,” ungkapnya.
Kunjungan wisatawan mancanegara yang stabil bahkan cenderung meningkat ini membantu menutupi penurunan jumlah wisatawan domestik, sehingga secara keseluruhan pendapatan masih dapat tumbuh.
Sementara itu, untuk periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Lot juga dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Toni menyebutkan bahwa pada 20 Desember 2025, jumlah kunjungan harian ke DTW Tanah Lot hanya berada di angka sekitar 2 ribu orang. Padahal, pada hari-hari biasa, kunjungan wisatawan umumnya berada di kisaran 3 ribu orang per hari.
Meski demikian, mendekati akhir tahun, jumlah kunjungan mulai menunjukkan peningkatan. Pada Senin, 29 Desember 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai lebih dari 6.000 wisatawan dalam satu hari.
Pihak pengelola DTW Tanah Lot memprediksi bahwa puncak kunjungan wisatawan pada periode akhir tahun akan terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025, dan Kamis, 1 Januari 2026.
Prediksi tersebut didasarkan pada tren kunjungan yang biasanya meningkat menjelang malam pergantian tahun dan pada hari pertama tahun baru. Pengelola pun terus melakukan pemantauan dan pengelolaan kawasan untuk memastikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. (MBP)