Kunjungan Wisman ke Pantai Pandawa Naik 60 Persen, Pengelola Fokuskan Penataan Kawasan
MANGUPURA – baliprawara.com
Kawasan Wisata Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, masih menunjukkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan asing di tengah berbagai tantangan yang dihadapi destinasi tersebut. Selama periode libur sekolah yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, jumlah wisatawan mancanegara tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan.
Peningkatan kunjungan wisatawan asing tersebut menjadi kabar positif bagi pengelola Pantai Pandawa. Meski demikian, kondisi berbeda justru terjadi pada segmen wisatawan domestik yang mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Rata-rata jumlah kunjungan harian ke Pantai Pandawa saat ini berada di angka sekitar 3.000 orang per hari. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mampu mencapai sekitar 4.000 pengunjung setiap harinya.
Manager Pantai Pandawa I Wayan Letra menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara mengalami kenaikan hingga 60 persen. Sebaliknya, wisatawan domestik mengalami penurunan hingga sekitar 75 persen yang dipengaruhi sejumlah kebijakan pembatasan perjalanan serta peniadaan kegiatan study tour di beberapa daerah.
“Secara kuantitas, rata-rata kunjungan harian saat ini 3.000 orang, turun dari 4.000 orang per hari pada tahun sebelumnya. Untuk wisman, angka kunjungan tahun 2025 masih di bawah 1.000 orang per hari, kini telah melampaui 1.000 orang per hari,” ujar I Wayan Letra, Kamis 18 Juni 2026.
Menurutnya, pasar internasional masih memberikan kontribusi yang cukup baik bagi keberlangsungan destinasi wisata tersebut. Namun, berkurangnya jumlah wisatawan domestik membuat total kunjungan secara keseluruhan tetap mengalami penurunan.
Selain persoalan jumlah kunjungan, Pantai Pandawa juga menghadapi tantangan lain berupa abrasi yang terus menggerus garis pantai. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan kawasan wisata yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya itu.
I Wayan Letra mengungkapkan bahwa fenomena abrasi sebenarnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, kondisi yang terjadi pada tahun 2026 disebut sebagai yang paling mengkhawatirkan.
“Kondisi yang lebih memprihatinkan saat ini adalah pasir tidak ada lagi. Dahulu pasir Pantai Pandawa sangat bagus. Kini akibat abrasi, pasir tergantikan oleh karang-karang. Peristiwa ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun, dan puncaknya terjadi pada tahun ini, diduga akibat pergeseran arus laut,” ungkapnya.
Hilangnya pasir putih yang selama ini menjadi salah satu ikon utama Pantai Pandawa dinilai dapat memengaruhi daya tarik destinasi tersebut di masa mendatang apabila tidak segera ditangani. Pihaknya berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut melalui pembangunan infrastruktur penahan pasir atau groyne guna meminimalkan dampak abrasi.
“Mestinya pihak-pihak terkait harus benar-benar merespons masalah ini. Kami berharap ada upaya yang bisa menahan pasir agar kondisi yang ada tidak semakin jelek. Namun hingga kini belum ada perhatian serius. Mungkin terkendala biaya,” harap Letra.
Selain abrasi, pengelola juga menghadapi kendala dalam merealisasikan penataan kawasan sesuai dengan masterplan yang telah disusun sebelumnya. Menurut Wayan Letra, kondisi kawasan yang belum tertata secara optimal membuat agen perjalanan kesulitan menawarkan pengalaman baru kepada wisatawan.
“Kendala utama kami adalah penataan kawasan wisata Pantai Pandawa yang belum dapat diwujudkan sesuai masterplan. Wisatawan yang pernah berkunjung cenderung memilih destinasi lain karena tidak ada hal baru. Seharusnya setiap tahun ada pembaruan di setiap objek wisata,” katanya.
Sebagai upaya awal, desa adat setempat telah melakukan pembenahan pada wantilan yang difungsikan sebagai area istirahat bagi wisatawan. Sementara itu, usulan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk penataan kios di kawasan timur pura serta pembangunan infrastruktur penanganan abrasi masih dalam proses. “Rencana penataan kios sebelah timur pura akan dilakukan tahun ini. Semoga dapat terealisasi agar Pandawa kembali menarik,” ujar Wayan Letra.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama BUMDa Kutuh, Ni Luh Hepi Wardani, juga mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah wisatawan mancanegara di Pantai Pandawa. Menurutnya, kenaikan tersebut didominasi oleh wisatawan asal China dan sejumlah negara di kawasan Asia.
“Kenaikan wisman hingga 60% didominasi wisatawan China dan Asia. Ini membuktikan daya tarik Pandawa tetap kuat di pasar internasional, terutama saat momen libur panjang,” kata Ni Luh Hepi Wardani.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus diberikan, khususnya dalam pembenahan infrastruktur dan penanganan abrasi yang semakin mengkhawatirkan.
Untuk menjaga minat kunjungan wisatawan, pengelola Pantai Pandawa juga melakukan sejumlah langkah jangka pendek. Beberapa di antaranya adalah memperbaiki stan pelaku UMKM serta menghadirkan program tiket masuk gratis untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkuat posisi Pantai Pandawa sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Badung. (MBP)
