Kuota Progam Satu Keluarga Satu Sarjana Terisi 35 Persen

 Kuota Progam Satu Keluarga Satu Sarjana Terisi 35 Persen

Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi

DENPASAR-baliprawara.com
‎Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi masyarakat Bali. Pendaftarannya telah dimulai Agustus 2025 lalu.

‎Para calon mahasiswa bebas memilih tempat kuliah di perguruan tinggi mitra program ini. Selain gratis total, para penerima bahkan mendapatkan uang saku mulai Rp. 1.400.000 tiap bulan.

‎Syarat utama program Satu Keluarga Satu Sarjana adalah calon penerima harus lulusan SMA/SMK/sederajat, ber-KTP Bali, berasal dari keluarga kurang mampu, dan belum ada anggota keluarga yang pernah meraih gelar sarjana.

‎Selain itu, ada syarat administratif seperti SKTM, KK, KTP, ijazah, rapor, serta syarat khusus seperti foto kondisi rumah dan komitmen tinggi untuk kuliah.

‎Di tahun pertama, Pemerintah Provinsi Bali menyediakan 1.470 kursi Program SKSS. Data terbaru menunjukkan, kuota tersebut baru terisi 516 atau sekitar 35 persen, dengan rincian 235 orang di 8 Perguruan Tinggi Negeri dan 281 di 21 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). PTN mitra mendapatkan kuota 520 kursi dan PTS 950.

‎Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLdikti) Wilayah VIII Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi, ST., MT., IPU., ASEAN., Eng., APEC., mengaku sangat mendukung program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bali itu.

‎Soal target yang masih jauh dari kuota yang disediakan, ia beralasan karena kerja sama Pemprov Bali dengan perguruan tinggi mitra terlalu mepet dengan agenda penerimaan mahasiswa baru.

‎”Saat MoU antara Pemprov Bali dengan perguruan tinggi sudah masuk tahap penerimaan mahasiswa baru. Tapi tidak masalah. Saya yakin tahun depan pasti lebih banyak yang memanfaatkannya. Namanya juga program baru,” jelas Bagus Eratodi, di Denpasar, Selasa (7/10/2025).

‎Tahun 2026 mendatang, Bagus Eratodi juga mendorong agar PTS dan PTN mitra SKSS memberikan informasinya atau promosi yang lebih serius dan terbuka sejak awal tahun. Kepada penerima beasiswa SKSS, ia berpesan agar mengikuti perkuliahan dengan serius agar lulus tepat waktu.

‎Dikonfirmasi terpisah, Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., sepakat jika tahun ini waktu terlalu mepet sehingga promosi dari kampus mitra kurang maksimal. Sasaran juga telah menentukan pilihannya.

‎Di UPMI sendiri, pihaknya sudah mengerahkan segala upaya agar mampu menyerap 100 kursi Program SKSS. Namun ke depan, UPMI siap mempromosikan lebih awal.

‎Tantangan lain, menurut Suarta, tren anak muda saat ini cenderung memilih program vokasional seperti lembaga kursus, bukan program sarjana (akademik), agar bisa cepat kerja.

‎”Yang pertama kita lihat adalah niat mulia Pak Gubernur (Koster) untuk memajukan daya saing manusia Bali. Kalaupun ditemukan tantangan, kan bisa evaluasi. Apalagi ini program pertama,” jelasnya. (MBP2)



See also  Jumlah Penumpang Internasional di Bandara Ngurah Rai Capai 1,2 Juta Selama 7 Bulan

Redaksi

Related post