Libur Tahun Baru 2026, Kunjungan Wisatawan ke Alas Pala Sangeh Meningkat

 Libur Tahun Baru 2026, Kunjungan Wisatawan ke Alas Pala Sangeh Meningkat

MANGUPURA – baliprawara.com

Mengawali tahun 2026, Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh yang berlokasi di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, mengalami lonjakan kunjungan wisata. Seperti yang terlihat, Kamis 1 Januari 2026, tingkat kunjungan wisata ke DTW yang menawarkan wisata alam ini, meningkat drastis dibanding hari biasa.

Wisatawan yang datang didominasi oleh wisatawan domestik, sementara kunjungan wisatawan mancanegara belum menunjukkan lonjakan berarti. Situasi ini membuat jumlah pengunjung belum bisa menyamai keramaian pada periode libur tahun baru di tahun-tahun sebelumnya.

Pengelola DTW Alas Pala Sangeh mencatat bahwa suasana kawasan wisata masih terbilang lebih lengang jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun demikian, adanya peningkatan meski tipis tetap dianggap sebagai perkembangan yang patut diapresiasi, terutama mengingat kondisi cuaca dan situasi ekonomi yang turut memengaruhi minat perjalanan wisata.

Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan, mengungkapkan bahwa pada libur Tahun Baru 2026 memang terlihat adanya tambahan jumlah kunjungan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Dari pantauan sementara terlihat adanya peningkatan arus masuk wisatawan.

Pujawan mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak pertengahan Desember 2025. Sejak tanggal 17 Desember, jumlah wisatawan yang datang ke Alas Pala Sangeh mengalami kenaikan secara bertahap. Peningkatan tersebut tercatat sekitar 300 kunjungan, baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Ia menambahkan bahwa khusus pada momen libur Tahun Baru 2026, kunjungan wisatawan domestik tergolong cukup baik jika dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kondisi ini menjadi indikator bahwa Alas Pala Sangeh masih memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal yang ingin menikmati suasana alam dan budaya Bali.

Menurut Pujawan, peningkatan tersebut masih tergolong kecil. Ia menilai bahwa secara kasat mata debit kunjungan wisatawan memang bertambah dibandingkan hari sebelumnya, namun belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Hal ini menjadi gambaran bahwa antusiasme wisatawan masih belum sepenuhnya pulih seperti sebelum-sebelumnya.

See also  Fakultas Pertanian Universitas Udayana Selenggarakan Penerimaan Tim PPK Ormawa Himagrotek di Desa Pejeng Kangin

Lebih lanjut, Pujawan menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan yang terjadi sebagian besar berasal dari wisatawan domestik. Dibandingkan hari biasa, jumlah wisatawan lokal yang datang ke Alas Pala Sangeh terlihat lebih banyak. Meski begitu, jika dibandingkan dengan Desember tahun sebelumnya, jumlah kunjungan secara keseluruhan masih mengalami penurunan.

Ia menyebutkan adanya selisih yang cukup besar antara jumlah kunjungan pada Desember 2024 dengan Desember 2025. Selisih tersebut mencapai sekitar 2.500 orang. Perbedaan ini menunjukkan bahwa tren kunjungan wisatawan belum sepenuhnya stabil dan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. “Kondisi sekarang memang terasa agak lesu,” ungkap Pujawan.

Ia menilai salah satu penyebab utama berkurangnya minat kunjungan adalah faktor cuaca. Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga membuat wisatawan menunda atau membatalkan rencana berkunjung ke objek wisata alam terbuka seperti Alas Pala Sangeh.

Selain cuaca, kondisi perekonomian juga disebut menjadi faktor yang turut memengaruhi pergerakan wisatawan. Situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran, termasuk untuk berwisata. Hal ini berdampak pada jumlah kunjungan ke destinasi wisata, khususnya wisata berbasis alam dan budaya.

Pujawan juga menyampaikan pandangannya terkait kondisi pariwisata Bali secara umum. Ia memperkirakan bahwa peningkatan kunjungan yang belum maksimal ini dipengaruhi oleh belum sepenuhnya pulihnya arus wisatawan ke Pulau Dewata. Menurutnya, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak untuk menjaga dan memperkuat daya tarik Bali di mata wisatawan.

Ia menekankan pentingnya menjaga taksu Bali sebagai nilai utama yang dicari oleh wisatawan. Menurutnya, daya tarik Bali tidak semata-mata terletak pada keindahan alam atau sumber daya alamnya, melainkan pada bagaimana alam tersebut dikelola, dijaga kebersihannya, dilestarikan, serta dipadukan dengan nilai budaya yang kuat.

See also  Tampilkan Legong Kuntul, Semara Pegulingan Banjar Pemalukan Peguyangan Siap Berlaga di PKB

Selain itu, perbaikan di berbagai sektor seperti kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan wisata juga dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan dan minat wisatawan. Pujawan berharap kondisi saat ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi masyarakat maupun pemerintah, untuk melakukan pembenahan ke depan.

Ia pun tetap menyampaikan rasa syukur atas kondisi kunjungan wisatawan ke DTW Alas Pala Sangeh pada libur Tahun Baru 2026 ini. Meski peningkatannya belum signifikan, adanya pergerakan wisatawan dianggap sebagai sinyal positif bagi keberlangsungan sektor pariwisata di kawasan tersebut. (MBP)

redaksi

Related post