Lima Hari Air PDAM Mati, Warga Ungasan Antre Air Bersih

 Lima Hari Air PDAM Mati, Warga Ungasan Antre Air Bersih

Warga di lingkungan jalan Merak, Ungasan, antre untuk mendapatlan air bersih dari mobil tangki, Kamis (15/5).

MANGUPURA – baliprawara.com
Suasana di lingkungan Perumahan Ungasan Permai tepatnya di Jalan Merak, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kamis 15 Mei 2025, mendadak ramai. Antrian.panjang warga untuk mencari air yang datang dengan membawa.galon dan jerigen masing-masing, terlihat sejak pagi hari. Hal itu karena, pasokan air dari PDAM, mati selama lima hari terakhir.

Menurut penuturan salah seorang warga, Saputra, aliran air menuju tempat tinggalnya, mati sudah sejak lima hari terakhir. Akibat kondisi ini, pihaknya terpaksa mengandalkan air hujan yang ditampung sebagai alternatif. Meski demikian, ia juga tetap membeli air galon isi ulang ketika stok tidak mencukupi.

“Iya sudah air sudah mati ada hampir lima hari, kadang sampai beli air galon isi ulang kalau air gak cukup,” ucapnya.

Ketua LPM Desa Ungasan, I Made Nuada Arsana, tak memungkiri adanya gangguan distribusi air bersih di wilayah tersebut. Nuada menduga gangguan itu berkaitan dengan proyek lanjutan pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Pura Batu Pageh hingga pusat Desa Ungasan.

“Bahkan di Kantor Desa Ungasan pernah air mati hingga dua minggu. Mungkin karena ada proyek itu,” ungkapnya.

Nuada juga menjelaskan bahwa laporan terkait gangguan pasokan air tidak selalu masuk melalui LPM, karena sebagian warga bisa langsung mengadukannya ke Kelian Banjar atau pihak PDAM.“Kalau keluhan masyarakat belum ada yang masuk ke kami. Kadang air dan listrik mati, tapi warga langsung lapor ke Kelian atau ke PDAM,” ujarnya. (MBP)

 

See also  Manajemen GWK Akhirnya Bongkar Tembok Penghalang Akses Rumah Warga

redaksi

Related post