Mangrove Terpelihara, Lingkungan Lestari

 Mangrove Terpelihara, Lingkungan Lestari

Anak Agung Istri Agung Widyawati

Oleh: Anak Agung Istri Agung Widyawati

‎‎Hutan mangrove yang biasa dikenal dengan hutan bakau merupakan salah satu hutan yang tumbuh di muara sungai atau pesisir pantai. Ekosistem mangrove memiliki fungsi fisik, ekologis, dan sosial ekonomi yang sangat penting bagi ekosistem pesisir dan laut maupun masyarakat di sekitarnya. Ekosistem mangrove dapat menahan hempasan ombak atau angin saat terjadi badai, mencegah abrasi sehingga dapat melindungi keberadaan pantai, perumahan serta bangunan fisik lainnya.
‎Di samping itu hutan mangrove merupakan habitat penting bagi organisme laut. Akar tongkat pohon mangrove memberikan zat makanan dan menjadi daerah pembibitan bagi ikan dan invertebrata. Selain biota laut, hutan mangrove juga menjadi tempat tinggal berbagai hewan darat, seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, dan ular. Hutan mangrove juga menjadi tempat tumbuh berbagai jenis tumbuhan, seperti api-api, pidada, bakau, lacang, nyirih, dan nipah.

‎Secara ekonomi, ekosistem hutan mangrove dapat dimanfaatkan untuk destinasi wisata, perikanan tangkap dan budidaya, serta sarana pendidikan dan pembelajaran. Disamping itu manfaat ekosistem mangrove bagi kehidupan di wilayah pesisir adalah mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai, akar pohon mangrove dapat sebagai pencegah dan penyaring alami, sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa, serta dapat menjadi sumber pendapatan bagi nelayan karena kawasan hutan mangrove menjadi tempat untuk pembibitan ikan, udang dan berbagai potensi habitat laut. Kawasan hutan mangrove telah membantu menjaga ketersediaan sumber daya ikan di laut yang tidak akan habis serta dapat digunakan oleh nelayan sebagai sumber mata pencahariannya serta sebagai ekowisata dan penghasil olahan mangrove sehingga hutan mangrove dapat memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat sekitar.

‎Namun dengan terjadinya alih fungsi lahan dan pemanfaatan yang berlebihan  mengakibatkan ekosistem mangrove mengalami kerusakan yang memprihatinkan. Hal tersebut disebabkan oleh semakin tingginya tingkat eksploitasi, lemahnya penegakan hukum, dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi ekosistem mangrove. Kerusakan tersebut dapat memberikan dampak merugikan bagi lingkungan maupun masyarakat, antara lain ditunjukkan dengan semakin menurunnya tangkapan ikan, terganggunya kegiatan budidaya, kesulitan air tawar karena intrusi air laut, meningkatnya erosi pantai, terjadinya kerusakan kawasan permukiman oleh angin, badai, dan lain sebagainya.

‎Mengingat begitu pentingnya hutan mangrove bagi kelangsungan lingkungan hidup kita, perlu adanya solusi untuk penanggulangan masalah yang selama ini terjadi pada hutan mangrove.
‎Solusi yang dapat kita lakukan di antaranya ; Pertama, melakukan restorasi ataupun reboisasi terhadap hutan mangrove dalam hal ini perlu adanya keterlibatan antara pemerintah dan warga. Kedua, adanya manajemen tata ruang yang baik terhadap wilayah pesisir pantai berhutan mangrove, sehingga dapat berpotensi ekonomis dalam menggerakkan pariwisata. Provit yang diperoleh dari wisata alam ini dapat digunakan untuk kebutuhan pelestarian mangrove. Ketiga, melakukan penyuluhan dalam rangka mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan mangrove bagi lingkungan hidup. Keempat, sanksi hukum yang tegas terhadap siapapun yang merusak kelestarian hutan mangrove.
‎Kelestarian lingkungan hidup habitat mangrove dengan menjaga mangrove merupakan tindakan nyata atas kepedulian kita terhadap lestarinya alam dan kehidupan mangrove. Hutan Mangrove terjaga, lingkungan lestari. (*)

‎Penulis: Analis Kebijakan pada Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Badung

See also  Selain Raih Penghargaan Bali Trepti, Satpol PP Badung juga Sabet Penghargaan Karya Bhakti dari Kemendagri

Redaksi

Related post