Masuki Masa Karantina, Calon Paskibraka Badung 2026 Siap Jalani Pembinaan Hingga 17 Agustus
Puluhan calon Paskibraka Badung, menjalani karantina, Selasa 4 Agustus 2026.
MANGUPURA – baliprawara.com
Puluhan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung Tahun 2026 resmi memasuki masa karantina yang dimulai pada Selasa, 4 Agustus 2026. Prosesi pelepasan berlangsung secara seremonial di tempat akomodasi yang berada di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.
Suasana pelepasan berlangsung penuh haru. Pasalnya, para orang tua Calon Paskibraka, hadir untuk mengantar sekaligus memberikan motivasi kepada putra-putri mereka sebelum menjalani masa pembinaan intensif hingga pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Dalam prosesi tersebut, para orang tua bersama calon Paskibraka saling mendoakan dan mengikuti tradisi saling menyuapi sebagai simbol dukungan serta restu sebelum para peserta menjalani karantina.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos., mengatakan, masa karantina menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan seluruh calon Paskibraka agar lebih siap. Baik dari sisi kemampuan, kedisiplinan maupun mental sebelum menjalankan tugas sebagai pengibar Sang Merah Putih.
“Pada hari ini, Paskibraka Kabupaten Badung Tahun 2026 memasuki masa karantina. Kita lihat hadir orang tua mereka memotivasi dan sekaligus saling mendoakan dengan saling menyuapi,” ujarnya.

Mas Arimbawa mengatakan, keberhasilan para calon Paskibraka hingga mampu lolos seleksi merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Menurutnya, proses pembinaan tidak hanya melibatkan pelatih, tetapi juga dukungan penuh dari orang tua, Dewan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (DPPI), serta para purna Paskibraka yang mendampingi peserta selama proses latihan.
Ia menjelaskan bahwa masa karantina bertujuan menciptakan suasana yang kondusif agar seluruh peserta dapat fokus menjalani latihan serta mempersiapkan diri menghadapi tugas pada upacara pengibaran bendera.
“Mereka bisa berhasil berkat dukungan semua. Pelatih yang handal, koordinasi yang baik dengan orang tua, dukungan adik-adik kami di DPPI, kemudian juga purna paskibraka yang mendampingi siang malam pagi petang. Tujuan mereka masuk karantina ini adalah untuk lebih mematangkan dan memberikan suasana agar mereka fokus untuk latihan,” katanya.
Selama menjalani karantina, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan setiap hari. Selain latihan fisik dan baris-berbaris, panitia juga akan melakukan pengawasan terhadap tata etika, pemanfaatan fasilitas, hingga memberikan materi pembelajaran pada malam hari.
“Kita akan cek setiap harinya mengenai tata etika mereka, kemudian pemanfaatan fasilitas yang ada, dan juga memberikan materi-materi pada malam hari pembelajaran khususnya,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh orang tua yang dinilai memberikan semangat tersendiri bagi para peserta dalam menjalankan tugas sebagai calon Paskibraka Kabupaten Badung. Masa karantina ini kata dia, akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026 sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum pelaksanaan pengibaran bendera. Keikutsertaan peserta Paskibraka ini, tentu diharapkan bisa membentuk karakter dan meningkatkan kedisiplinan.
Salah seorang calon Paskibraka, I Kadek Edy Mulyana, menyampaikan bahwa, motivasi mengikuti Paskibraka adalah untuk membentuk karakter dan meningkatkan kedisiplinan. Menurutnya, proses pembinaan di Paskibraka memberikan banyak nilai positif yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada negara.
“Karena dari sini kita bisa membentuk karakter kita, kedisiplinan, semuanya karakter bisa dibentuk dari sini. Karena saya mengikuti paskibraka ini, terutama membentuk karakter dan bisa mengabdi kepada negara,” katanya.
Sementara itu, Ni Made Sukaryawati, selaku orang tua peserta, mengaku selalu mendukung keputusan anaknya mengikuti Paskibraka. Ia mengatakan keinginan tersebut muncul karena anaknya ingin mengikuti jejak sang kakak yang lebih dahulu menjadi anggota Paskibraka. “Saya dukung dan support ini,” ucapnya.
Calon Paskibraka lainnya, Putu Ayu Devika Ramaniya Laksita Dewi, mengaku mengikuti Paskibraka karena ingin meningkatkan kedisiplinan sekaligus belajar membangun kerja sama dalam tim. Menurutnya, pengalaman selama mengikuti pembinaan memberikan pelajaran berharga yang tidak selalu diperoleh dalam aktivitas lainnya.
“Dalam paskibraka ini, saya mendapatkan kedisiplinan, kerjasama tim, dan dapat mengemban tugas yang saya dapatkan,” ujarnya.
Ayah dari Putu Ayu Devika Ramaniya Laksita Dewi, I Gede Santika Yasa, menyampaikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan putrinya dalam Paskibraka. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu membentuk karakter disiplin, kemandirian, serta menjadi wadah yang positif bagi generasi muda. “Dan sebagai motivasi kedepannya, semoga cita-citanya menjadi seorang polwan bisa tercapai, langkahnya dipermudah oleh Tuhan,” harapnya. (MBP)
