Menengok Fase Penting Sejarah Seni Lukis Bali Lewat Pameran “Naive Art Melukis Surga” di The 1O1 Bali Oasis Sanur

 Menengok Fase Penting Sejarah Seni Lukis Bali Lewat Pameran “Naive Art Melukis Surga” di The 1O1 Bali Oasis Sanur

Suasana pembukaan pameran “Naive Art Melukis Surga” di THE 1O1 Bali Oasis Sanur, Kamis 15 Januari 2026.

DENPASAR – baliprawara.com
Sebuah fase penting dalam perjalanan sejarah seni lukis Bali, kembali dihadirkan ke ruang publik melalui pameran seni lukis bertajuk “Naive Art Melukis Surga” (Naive Art Paints Paradise). Pameran ini dipersembahkan oleh THE 1O1 Bali Oasis Sanur, sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian seni dan budaya lokal Bali.

Pameran ini menampilkan karya-karya Ngurah KK, seniman Bali yang dikenal konsisten mengangkat gaya Young Artist Style yang berkembang di Desa Panestanan, Ubud, Gianyar. Gaya ini merepresentasikan kejujuran ekspresi visual, kepolosan, serta kebebasan imajinasi yang pernah menjadi ciri kuat seni lukis Bali pada masanya.

Diselenggarakan mulai 15 Januari hingga 15 Maret 2026, pameran ini bisa disaksikan di area Lobby The 1O1 Bali Oasis Sanur. Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menengok kembali periode ketika seni lukis Bali tumbuh dari pengalaman keseharian masyarakat desa, tanpa beban konseptual yang rumit namun sarat makna kultural.

Tema “Naive Art Melukis Surga” menggambarkan cara pandang para pelukis muda Panestanan dalam melihat kehidupan sehari-hari sebagai sebuah “surga”. Hal tersebut dituangkan melalui warna-warna cerah, garis tegas, serta figur-figur spontan yang merekam aktivitas bertani, interaksi sosial, hingga relasi manusia dengan alam dan spiritualitas.

Dalam pameran ini, karya Ngurah KK tidak hanya berfungsi sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai arsip budaya dan refleksi sosial. Desa Panestanan digambarkan sebagai ruang hidup yang sederhana, namun kaya nilai, tradisi, serta kearifan lokal, mencerminkan keseimbangan antara kehidupan material dan spiritual.

General Manager THE 1O1 Bali Oasis Sanur, Nyoman Astika, menyampaikan bahwa pameran ini sejalan dengan visi hotel untuk menjadi ruang terbuka bagi kolaborasi kreatif. Melalui kegiatan seni, pihak hotel ingin menghadirkan pengalaman yang mempertemukan tamu dengan cerita dan nilai-nilai budaya Bali secara lebih dekat.

See also  Operasi Jagratara Periksa 1.293 Orang Asing,185 di Antaranya Diproses Hukum

“Melalui pameran Naive Art Melukis Surga, kami inginmenghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menginap. Kami ingin para tamu dapat terhubung dengan cerita, budaya, dan nilai-nilai lokal Bali melalui karya seni yang autentik,” katanya saat pembukaan pameran.

Selain menjadi ruang apresiasi seni, pameran ini juga menyoroti perubahan yang dihadapi desa-desa seni di Bali akibat perkembangan pariwisata dan pembangunan. “Melalui pendekatan naive yang lugas, karya-karya dalam pameran ini merekam lanskap budaya yang terus bergerak, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan seni dan lingkungan,” ucapnya.

Pameran “Naive Art Melukis Surga” terbuka untuk umum dan dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun masyarakat luas selama periode pameran berlangsung, sebagai ruang perjumpaan antara seni, sejarah, dan memori kolektif Bali. (MBP)

 

redaksi

Related post