Mobil Run The Island di The Nusa Dua, Ajang Lari sebagai Perjalanan Kesadaran di Bali
Founder MStyle, Muthia Ruskandar (tengah) saat memberi keterangan terkait Mobil Run The Island.
MANGUPURA – baliprawara.com
Mobil Run The Island by MStyle, yang akan digelar di kawasan The Nusa Dua, Minggu 1 Februari 2026, akan menjadi olahraga lari dengan konsep yang berbeda. Pasalnya, acara ini tidak hanya menempatkan lari sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan kesadaran diri dan gaya hidup yang lebih bermakna.
Ajang ini mengajak para peserta untuk bergerak tanpa tekanan kompetisi, melainkan dengan penuh kesadaran terhadap tubuh dan pikiran.
Konsep yang diusung dalam kegiatan ini menempatkan lari bukan sebagai ajang mengejar kecepatan atau pencapaian jarak semata. Setiap langkah dipandang sebagai proses refleksi, di mana peserta diajak menikmati ritme tubuh, lingkungan sekitar, serta kebersamaan yang tercipta di antara komunitas pelari dengan latar belakang yang beragam.
Founder MStyle, Muthia Ruskandar, menjelaskan bahwa Mobil Run The Island berangkat dari filosofi Diversity Beyond Perfection. Filosofi ini memandang kesehatan mental sebagai sesuatu yang tidak bisa diseragamkan dan menolak standar wellness yang kaku.
“Di tengah dunia yang kerap mengukur nilai dari kecepatan dan pencapaian, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih manusiawi. Setiap orang memiliki ritmenya sendiri, dan hadir apa adanya adalah bentuk kekuatan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Muthia, filosofi tersebut memberikan ruang bagi setiap individu untuk menerima ketidaksempurnaan tanpa tekanan untuk selalu tampil kuat atau terlihat baik-baik saja. Wellness dipahami sebagai praktik hidup yang jujur, di mana seseorang diajak untuk mendengar diri sendiri, menghormati batas, serta bertumbuh tanpa paksaan.
Nilai inilah yang kemudian diwujudkan secara nyata dalam Mobil Run The Island. Tidak ada podium, tidak ada perlombaan, dan tidak ada tuntutan untuk menjadi yang tercepat. Fokus utama kegiatan ini adalah pengalaman bergerak bersama, menghargai perbedaan tempo, kondisi tubuh, serta cerita hidup masing-masing peserta.
Dalam kesempatan yang sama, Muthia juga menjelaskan latar belakang pemilihan lari sebagai aktivitas utama dalam acara ini. Menurutnya, lari merupakan olahraga yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental.
“Untuk acaranya sendiri, Run The Island itu sebenarnya adalah keberlanjutan dari ideologinya M-Style, dimana M-Style itu mengusung tema mental health. Dan kenapa kita memilih lari itu sebenarnya karena dari banyak studi yang berkembang, lari itu membantu sekali mental health kita atau stress level kita itu turun sampai ke beberapa persen,” ucapnya.
Menurutnya, lari dipilih karena merupakan olahraga yang tidak membutuhkan banyak peralatan maupun persiapan khusus, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Aktivitas ini dinilai memiliki dampak besar dalam membantu menurunkan tingkat stres dan menjaga kesehatan mental.
Muthia menegaskan bahwa Mobil Run The Island sengaja dirancang tanpa konsep perlombaan. Tidak adanya podium dan sistem juara bertujuan untuk menurunkan ekspektasi peserta terhadap kesempurnaan dan pencapaian.
“Karena sebenarnya M-Style itu ingin sekali orang-orang dan audiensnya itu selain sehat mentalnya, juga sehat visinya. Cuman memang acara ini kita selalu create dengan standar M-Style itu sendiri, jadi kita mengusung sekali kenyamanan, keindahan, dan juga keselarasan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang baru mulai berlari atau bahkan belum pernah rutin berolahraga sebelumnya. Konsep no race diharapkan dapat membuat peserta lebih menikmati proses dan pengalaman lari itu sendiri.
Mobil Run The Island 2026 diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta. Menariknya, berdasarkan data pendaftaran, jarak 10K justru lebih diminati dibandingkan 5K. “Total peserta sebanyak 1000 an lebih. Untuk perbandingan serta dari 5K dengan 10K, ternyata lebih banyak yang 10K. Padahal kita awalnya kan namanya experience kan kita maunya mereka nyoba dulu ya lari, kita pikir lebih 5K lebih banyak. Ternyata menurut data setelah di closing lebih banyak 10K sekitar 60 persen, sisanya di 5K,” ungkap Muthia.
Mobil Run The Island juga menjadi ruang pertemuan antara olahraga, kesehatan mental, dan gaya hidup modern. Melalui pendekatan tersebut, acara ini menawarkan pengalaman yang lebih personal, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat urban yang semakin sadar akan pentingnya keseimbangan hidup.
Acara ini didukung penuh oleh Mobil™ lubricant, merek pelumas sintetis yang dikenal dengan perlindungan optimal bagi mesin kendaraan. Dukungan tersebut memperkuat kolaborasi lintas industri antara sektor otomotif dan lifestyle, yang kemudian dikurasi oleh MStyle Indonesia sebagai penyelenggara utama.
Renaissance Bali Nusa Dua Resort dipercaya sebagai Official Hotel Partner dalam rangkaian kegiatan ini. Kehadiran resort tersebut dinilai selaras dengan filosofi acara yang mengedepankan keseimbangan dan kesejahteraan, sekaligus menghadirkan nuansa elegan yang mendukung pengalaman lari sebagai bagian dari gaya hidup holistik.
Melalui kolaborasi ini, Mobil Run The Island tidak hanya menghadirkan event olahraga, tetapi juga pengalaman terkurasi yang memadukan budaya, alam, dan komunitas dalam satu rangkaian kegiatan. (MBP)