Okupansi Capai 80 Persen, Griya Santrian Terus Berbenah Melalui Upgrading dan Rejuvenasi Produk

 Okupansi Capai 80 Persen, Griya Santrian Terus Berbenah Melalui Upgrading dan Rejuvenasi Produk

Resident Manager Griya Santrian, I Gusti Arta Wibawa.

DENPASAR – baliprawara.com
Industri perhotelan di kawasan Sanur, Bali, kembali menunjukkan geliat positif dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu hotel yang mencatatkan performa menjanjikan adalah Griya Santrian, yang terus melakukan berbagai pembenahan produk serta layanan guna menjaga daya saing di tengah tren pariwisata yang dinamis.

Memasuki usia operasional yang hampir mencapai 54 tahun, Griya Santrian menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Sejak awal berdiri hingga saat ini, manajemen hotel secara konsisten melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas fasilitas demi memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus utama pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas produk, khususnya pada sektor kamar dan fasilitas penunjang lainnya. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga eksistensi di kawasan Sanur yang semakin kompetitif.

Menurut Resident Manager Griya Santrian, I Gusti Arta Wibawa, upgrading produk dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari transformasi kamar yang sebelumnya berbentuk cottage menjadi bangunan dua lantai sebagai Deluxe Room. Saat ini, jumlah Deluxe Room tersebut mencapai sekitar 20 unit yang dirancang mengikuti tren kebutuhan wisatawan modern.

Tidak hanya pada kamar, peningkatan juga dilakukan pada area fasilitas umum hotel. Salah satunya adalah pembaruan pool deck yang sebelumnya menggunakan material batu, kini diganti dengan material kayu yang memberikan kesan lebih artistik dan estetis.

Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat nilai visual area rekreasi bagi para tamu.
Selain itu, pengembangan juga menyasar sektor kuliner dengan melakukan pembaruan pada restoran yang dinamakan Wantilan. Restoran yang sebelumnya berkonsep konvensional kini tengah dikembangkan dengan tambahan rooftop view. Nantinya, area tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi sarapan bagi para tamu, sekaligus memberikan pengalaman bersantap dengan panorama yang lebih menarik.

See also  Lima Tenant Kawasan The Nusa Dua Raih Sertifikat Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata

Di sisi lain, Griya Santrian juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Rejuvenasi tidak hanya dilakukan pada produk fisik, tetapi juga pada tim pelayanan yang menjadi ujung tombak pengalaman tamu. Para staf didorong untuk memberikan pelayanan yang lebih personal dengan pendekatan kekeluargaan.

Konsep pelayanan yang mengedepankan rasa kekeluargaan ini menjadi salah satu kekuatan utama Griya Santrian. Mereka yang datang tidak hanya diperlakukan sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar hotel. Hal ini terbukti efektif dalam menciptakan loyalitas, di mana sebagian besar tamu merupakan repeater guest yang rutin kembali setiap tahun.

Bahkan, tidak sedikit tamu yang datang lebih dari satu kali dalam setahun. “Mereka memiliki kedekatan emosional dengan staf tertentu, sehingga ketika berkunjung ke Bali, Griya Santrian menjadi destinasi utama untuk menginap,” terangnya.

Dari sisi kinerja, pencapaian tingkat hunian juga menunjukkan hasil yang positif. Rata-rata okupansi pada bulan berjalan mencapai angka 80 persen, yang tergolong tinggi untuk kondisi pasar saat ini. Sementara itu, pada Februari lalu, Griya Santrian mencatatkan rekor okupansi terbaik sepanjang sejarah dengan angka mencapai 82 persen, meskipun periode tersebut termasuk dalam kategori low season.

Tingginya tingkat hunian ini tidak terlepas dari kontribusi pasar internasional, khususnya wisatawan asal Australia dan Eropa. Negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Prancis menjadi penyumbang utama kunjungan tamu di hotel ini.

Selain faktor pasar utama, kondisi global juga turut memberikan dampak terhadap tingkat hunian. Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, misalnya, secara tidak langsung memberikan efek terhadap peningkatan lama tinggal tamu. Beberapa wisatawan yang mengalami kendala penerbangan memilih untuk memperpanjang masa inap mereka hingga tiga malam bahkan satu minggu.

See also  Kejaksaan Negeri Badung, Lakukan Pergantian Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara

Kondisi ini turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan hotel. Secara keseluruhan, Griya Santrian mencatatkan performa revenue yang cukup baik, termasuk dalam kontribusi terhadap sektor pajak dan ekonomi daerah.

Ke depan, manajemen Griya Santrian menyatakan akan terus melakukan pengembangan berkelanjutan, baik dari sisi produk maupun layanan. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mempertahankan eksistensi dan daya saing di industri perhotelan Bali yang terus berkembang. (MBP)

 

redaksi

Related post