Om Hara Kailasha Painter Pameran Lukisan Stil Keliki Kawan di Museum Puri Lukisan Ubud
PAMERAN – Ketua Komunitas Om Hara Kailasha Painter I Wayan Mardika (dua dari kanan) foto bersama dengan Direktur Museum Puri Lukisan Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati (tiga dari kanan) dan para undangan usai pembukaan pameran, Sabtu 2 Mei 2026.
UBUD – baliprawara.com
Detail, rumit, penuh corak dan berukuran super mini, merupakan ciri khas lukisan stil Keliki Kawan, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lukisan perpaduan gaya Ubud dan Batuan yang “dipindahkan” ke lembaran kertas kecil ini, dikreatori oleh tiga pelukis yakni Ketut Sana, Made Astawa dan Nyoman Muliawan pada tahun 1970-an. Lukisan miniatur Keliki Kawan style ini kemudian dilestarikan oleh Komunitas Om Hara Kailasha Painter pimpinan I Wayan Mardika sejak tahun 2010.
Kini, sebanyak 150 lukisan karya pelukis komunitas Om Hara Kailasha, kembali dipamerkan di Museum Puri Lukisan Ubud, selama sebulan sejak 2 Mei hingga 2 Juni 2026 mendatang, dibuka Direktur Museum Puri Lukisan Ubud, Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati, Sabtu 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Sebanyak 55 orang pelukis, beberapa diantaranya anak-anak, dilibatkan dalam pameran lukisan Om Hara Kailasha Painter bertajuk “Keliki Kawan Miniature Painting Style: BANGKIT.” Lukisan mereka berukuran sangat mini, 10 R dan 5 R.
”Komunitas ini memang menggeluti karya miniatur stil lukisan Keliki Kawan, berukuran mini, namun detail, rumit dan perlu kesabaran ekstra dalam pembuatannya,” ujar Pendiri sekaligus Ketua Komunitas Om Hara Kailasha Painter I Wayan Mardika. Lukisan ini boleh dibilang perpaduan gaya Batuan dan Ubud dibawa ke kertas kecil, dengan pembuatannya yang rumit. Tema yang diangkat dalam lukisan ini beragam, mulai mitologi, cerita Ramayana dan Mahabharata, kehidupan desa di Bali, ritual keagamaan dan sebagainya.

Disampaikan, perintis lukisan stil Keliki Kawan telah menancapkan fondasi kuat untuk mewarnai perkembangan seni rupa Bali. Berkembang sekitar tahun 1970-an,
peminat lukisan gaya ini pun makin banyak. Bahkan, tahun 1980-an banyak warga dari banjar lain belajar seni lukis miniatur stil Keliki Kawan. Tapi setelah terjadi tragedi bom Bali 1 dan bom Bali 2, banyak dari mereka yang beralih profesi. Maka pelukis gaya ini mulai berkurang. Atas keprihatinan kondisi ini maka Mardika mendirikan komunitas Om Hara Kailasha Painter tahun 2010, tujuannya untuk melestarikan seni lukis miniatur Keliki Kawan Style. Anggotanya dari berbagai kalangan, mulai dari generasi tua, remaja dan anak-anak yang kini jumlahnya sekitar 60-an orang.
Pameran
Komunitas Om Hara Kailasha Painter sudah beberapa kali pameran bersama yakni di Museum Puri Lukisan Ubud tahun 2017, di Museum ARMA Ubud tahun 2018, di Hotel Ayung Resort tahun 2023 dan Museum Puri Lukisan tahun 2023. Tahun 2025 komunitas ini lagi berpameran di Museum Puri Lukisan Ubud. Tahun 2026, Kominitas Om Hara Kailasha Painter kembali diberikan kesempatan untuk pameran di Museum Puri Lukisan Ubud. “Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak Museum Puri Lukisan yang sudah beberapa kali memberikan kesempatan untuk pameran,” ujar Mardika.
Selain berkarya dan pameran, Komunitas ini juga sering menggelar workshop, yakni mengajarkan teknik melukis Keliki Kawan Style ke anak muda agar tidak punah.
Cermin Bentuk Kesabaran
Direktur Museum Puri Lukisan Tjokorda Gde Agung Ichiro Sukawati mengucapkan selamat kepada komunitas Om Hara Kailasha Painter yang sudah mampu merampungkan seluruh karya dan kemudian bisa menghadirkannya dalam sebuah pameran di Museum Puri Lukisan bertemakan “Bangkit”.
”Kami Museum Puri Lukisan selalu membuka diri, menjadikan tempat ini bukan semata-mata sebagai tempat memajang karya seni, tapi ruang untuk berdiskusi, saling mendapatkan inspirasi dalam pengembangan seni,” ujarnya.

Dikatakannya, lukisan stil Keliki Kawan memiliki ciri khas tersendiri. Ukurannya sangat mikro. Lukisannya tak sekadar karya seni, tapi cerminan bentuk-bentuk kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Bahkan, ada semacam proses meditatif dalam pembuatannya. Karena ukurannya mini, audiens diajak untuk mendekat atau memperhatikan dari dekat.
Diajak Mendekat
I Made Susanta Dwitanaya, penulis kajian pameran ini menyampaikan, pameran Om Hara Kailasha Painter ini memiliki makna tersendiri. Terjadi ruang dialog dan perjumpaan pelukis senior dengan perintis dan pelukis anak-anak sebagai pewaris.
Kata Susanta, lukisan stil Keliki Kawan mempunya sejarah panjang dan melewati berbagai rintangan. Namun, yang menarik, gaya lukisan ini tak berhenti di Keliki kawan, tetapi juga menyebar ke desa lain. Ini menunjukkan spirit komunal, bisa meluaskan pengaruhnya melampaui wilayah, tanpa meninggalkan akarnya. Lukisan stil Keliki Kawan memiliki artistik yang khas, ukurannya kecil, diperlukan ketekunan dan konsentrasi dalam pembuatannya. “Menikmati lukisan ini kita diajak mendekat dan menatap. Jadi tak sekadar melihat,” ungkapnya. (MBP2)